logo rilis
Asalkan Produksi Lokal, Jatim Setuju Beras 'Sachet'
Kontributor
Budi Prasetyo
31 Mei 2018, 23:15 WIB
Asalkan Produksi Lokal, Jatim Setuju Beras 'Sachet'
Ilustrasi gudang beras hasil produksi petani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Surabaya— Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mendukung adanya beras dalam kemasan (sachet) dikemas 200 gram yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui perum Bulog. 

"Asalkan diisi beras lokal kami mendukung, tapi kalau dalam kemasan tersebut diisi beras impor kami menolak," tegas Soekarwo pada Kamis (31/5/2018).

Menurut Soekarwo, yang paling penting saat ini untuk meningkatkan beras lokal. Sarannya, pemerintah harus memberikan bantuan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) lewat kredit usaha rakyat (KUR). 

Di mana pinjaman tersebut digunakan membeli alat pengering gabah padi. Dengan begitu, produksi beras dari petani dapat meningkat, sehingga tak ada impor.

Terkait stok beras di Jatim, ia mengatakan, saat ini masih normal dan harga tetap stabil. Pihaknya sekarang, sedang berupaya pada stok bawang putih.

"Karena, mulai kosong (bawang putih) di pasaran. Pemprov Jatim sedang berusaha menstabilkan harganya," tambah dia.

Ia juga menambahkan, beras dalam kemasan sachet tersebut tidak akan menganggu tata niaga beras di Jatim. Karena, beras tersebut murah. 

Seperti diketahui, pemerintah melalui perum Bulog mengeluarkan beras dalam kemasan atau sachet. Di mana beras sachet tersebut berisi 200 gram. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)