logo rilis
AS Majukan Tanggal Pemindahan Kedubes ke Yerusalem
Kontributor

24 Februari 2018, 15:01 WIB
AS Majukan Tanggal Pemindahan Kedubes ke Yerusalem
Kubah Shakhrah di kompleks Masjidil Aqsha, Yerusalem, dengan latar belakang pembangunan pemukiman ilgeal Yahudi. FOTO: Getty Images/Stefano Rocca

RILIS.ID, Washington— Amerika Serikat akan memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei mendatang. Tanggal itu bertepatan dengan diakuinya Israel sebagai negara oleh AS 1948 silam.

“Pembukaan kedutaan di Yerusalem bertepatan dengan 70 tahun berdirinya Israel,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert dalam keterangan resmi, Jumat (23/2/2018).

Kedutaan tersebut, menurut dia, akan berlokasi di Arnona, Yerusalem. Fasilitas konsulat jenderal AS yang saat ini berfungsi mengeluarkan visa dan urusan diplomatik lainnya untuk sementara waktu akan diubah menjadi kedutaan besar.

Langkah AS memindahkan Duta Besar dan stafnya ke Yerusalem ditempuh setelah Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menyetujui skema keamanan terakhir untuk relokasi tersebut pada Kamis (22/2) malam. Padahal, sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence mengatakan, pemindahan tersebut akan terealisasi pada akhir tahun ini.

Sementara kompleks kedutaan yang saat ini berada di Tel Aviv masih akan berfungsi sebagai konsulat AS dan akan menjadi cabang kedutaan di Yerusalem.

"Secara paralel, kami telah memulai pencarian lokasi untuk kedutaan besar kami ke Israel secara permanen. Perencanaan dan konstruksi akan menjadi usaha jangka panjang," kata Nauert.

Dia menambahkan, AS sangat antusias untuk mengambil langkah bersejarah itu dan berharap rencana tersebut dapat terealisasi Mei mendatang.

Relokasi kedutaan menjadi prioritas utama AS setelah Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember tahun lalu.

Aksi tersebut memantik banyak kecaman dan protes dari dunia dan komunitas Muslim seluruh dunia.

Menurut laporan media AS, Duta Besar AS untuk Israel telah menerima banyak tawaran dari donatur Yahudi yang bersedia mendanai bangunan baru untuk proyek tersebut.

Presiden Trump juga mempertimbangkan untuk menerima sumbangan dari pemilik kasino dan tokoh bisnis terkenal Sheldon Adelson, yang berasal dari keluarga Yahudi untuk membantu mendanai proyek tersebut.

Selain itu, menurut laporan tersebut, alasan di balik sumbangan untuk kedutaan tersebut adalah agar Presiden Trump tidak mengubah keputusan tersebut di masa mendatang.

Yerusalem hingga saat ini menjadi jantung konflik Israel-Palestina. Orang-orang Palestina berharap, Yerusalem Timur--yang sekarang diduduki oleh Israel--pada akhirnya dapat berubah status sebagai ibu kota negara Palestina.

Sumber: Anadolu Agency




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID