logo rilis

AS Kantongi Bukti Penggunaan Senjata Kimia Rezim Assad
Kontributor
Syahrain F.
13 April 2018, 18:57 WIB
AS Kantongi Bukti Penggunaan Senjata Kimia Rezim Assad
Seorang bayi Suriah yang terkena dampak gas kimia menerima perawatan medis. Pasukan rezim Assad diduga melakukan serangan gas beracun ke kota Duma, Ghouta Timur di Damaskus, Suriah, pada Sabtu (7/4/2018). FOTO:  Anadolu Agency/Mouneb Taim

RILIS.ID, Washington— Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mendapatkan sampel darah dan urine dari korban serangan senjata kimia pasukan udara rezim Suriah Bashar Al-Assad.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, sampel tersebut telah teruji positif mengandung gas saraf dan klorin.

Dua pejabat AS mengatakan pada NBC News pada Kamis (12/4/2018), rezim Assad diketahui telah menggunakan campuran gas klorin dan saraf dalam serangan sebelumnya. 

Mereka juga mengatakan, AS bersama dengan negara-negara lain telah mengumpulkan data intelijen, termasuk foto, yang mengindikasikan serangan mematikan bersenjata kimia oleh rezim Assad pada Sabtu (7/4) lalu.

Badan pertahanan sipil Suriah atau yang dikenal sebagai White Helmets menuding rezim Assad bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya tersebut.

Sementara itu, CNBC melaporkan, AS saat ini tengah meninjau delapan target untuk kemungkinan respons militer. Dua landasan pacu, sebuah pusat penelitian, dan sebuah fasilitas senjata kimia milik rezim Assad termasuk dalam daftar sasaran perangkat perang AS.

Menteri Pertahanan AS James Mattis pada Kamis mengatakan, Presiden Donald Trump belum memutuskan apakah dia akan melancarkan aksi militer di Suriah.

"Kami belum membuat keputusan untuk melancarkan serangan militer ke Suriah. Presiden belum memutuskan," kata Mattis kepada anggota Komite Layanan Bersenjata Parlemen AS.

"Pada tingkat strategis, kami mengkhawatirkan jika aksi dilancarkan akan berada di luar dari kendali," ungkap dia.

Sebelumnya, Trump memperingatkan Rusia untuk bersiap-siap menghadapi rudal yang akan datang. "Jangan beri tahu kapan serangan ke Suriah akan terjadi. Mungkin segera atau perlu menunggu!" cuit Trump di Twitter, pada Kamis.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)