Home » Peristiwa » Dunia

AS Dukung KPK Saudi Tangkap Pejabat Korup

print this page Kamis, 9/11/2017 | 10:05

FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Washington DCAmerika Serikat (AS) mendukung langkah Arab Saudi untuk memberantas korupsi dengan cara adil dan transparan.

Hal itu dikatakan langsung oleh Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert, setelah penangkapan sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri di Arab Saudi pada Sabtu (4/11).

“Kami tetap mendorong otoritas Arab Saudi untuk melanjutkan tindakan hukum terhadap orang-orang yang mereka yakini sebagai pejabat yang korup. Kami berharap mereka melakukannya secara adil dan transparan, kami menyerukan kepada pemerintah Arab Saudi untuk melakukan hal itu,” kata Heather dilansir voanews, Kamis (9/11/2017).

Perkembangan saat ini di Arab Saudi mengalami ketegangan termasuk kawasaan timur tengah, setelah penangkapan Pangeran Alwaleed bin Talal ditahan berserta para menteri yang di Hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Presiden Amerika Donald Trump melalui cuitan di Twitter, menyatakan dukungan terhadap penangkapan itu.

Pengamat Politik Timur Tengah Faisal Assegaf mengatakan pembentukan lembaga Komite Antikorupsi Arab Saudi telah didukung Amerika Serikat. Hal itu lantaran setelah terjadinya penangkapan sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri di Arab Saudi.

"Keterlibatan Amerika kelihatan sekali. Jadi Donal Trump itu dia bilang mendukung yang dilakukan raja Salman dan anaknya melakukan penangkapan-penangkapan," kata Assegaf kepada rilis.id, Selasa (9/11/2017).

Informasi yang didapatnya, Trump diduga menerima hadiah sejumlah uang dari Pangeran Mohammed bin Salman agar mendukung pembentukan lembaga antirasuah di Arab Suaidi.

"Info yang saya dapat untuk mendukung ini (komite antikorupsi), Presiden Donald Trump mendapatkan uang 1 miliar poundsterling dari putra mahkota," tuturnya.

Sekedar diketahui, lembaga baru Arab Saudi yang menangani tindak korupsi, Komite Antikorupsi menangkap sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri di Arab Saudi pada Sabtu (4/11).

Tidak lama Komite Antikorupsi itu terbentuk yang dikepalai putra raja Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman langsung merilis surat penangkapan dan pencekalan ke luar negeri.

Dilansir Saudi Press Agency memberitakan, pemerintah Arab Saudi tidak mengungkapkan secara jelas kasus apa saja yang dituduhkan kepada mereka.   

Dari beberapa yang ditangkap, The New York melaporkan salah satu yang ditangkap adalah Pangeran Alwaleed bin Talal. Diketahui ia merupakan seorang miliarder dan kekayaannya diinvestorkan di perusahaan internasional bahkan majalah Forbes menobatkan Alwaleed sebagai orang terkaya di dunia.

Penulis Sukma Alam

Tags:

Arab Saudi Amerika SerikatKorupsi