logo rilis
AS Akan Respons Senjata Kimia Assad Tanpa DK PBB
Kontributor
Syahrain F.
10 April 2018, 17:53 WIB
AS Akan Respons Senjata Kimia Assad Tanpa DK PBB
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyatakan sikapnya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang dugaan serangan kimia di Douma, Suriah, di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, kemarin (9/4/2018). FOTO: Anadolu Agency/Mohammed Elshamy 

RILIS.ID, New York— Amerika Serikat (AS) "bertekad" merespon tindakan rezim Bashar al-Assad yang melancarkan serangan senjata kimia ke kota Douma, Suriah.

Melansir dari kantor berita Anadolu Agency, AS menyatakan tidak akan memedulikan sikap Dewan Keamanan (DK) PBB, apakah akan menyetujui rencana tersebut atau tidak, kata diplomat AS.

"Kami tidak lagi berupaya menarik simpati. Kami sekarang berada dalam posisi untuk melihat keadilan bagi dunia," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, dalam rapat darurat DK PBB, kemarin (9/4/2018).

"Sejarah akan mengingat momen ini, apakah DK melakukan tugas mereka atau menunjukkan kegagalan total untuk melindungi warga Suriah. Apapun itu, AS akan menanggapinya," lanjut Haley.

Pertemuan itu digelar menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan akan merespon serangan senjata kimia itu dalam waktu satu atau dua hari.

"Ini menyangkut kemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan terjadi," kata Trump.

Rapat itu digelar atas permintaan AS dan delapan anggota Dewan lainnya yang menuntut agar rezim Assad bertanggung jawab dan membuka investigasi serta membolehkan akses terhadap korban.

Tindakan 'Monster'
"Hanya seorang monster yang menargetkan warga sipil. Lalu tidak ada ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit. Tidak ada rumah sakit untuk menyelamatkan mereka. Tidak ada dokter atau obat-obatan untuk merawat mereka," lanjut Haley.

"Saya bisa menunjukkan foto-foto kekejian ini kepada anda, namun apa gunanya? Monster yang melakukan serangan ini tidak memiliki hati nurani, dia bahkan tidak akan tergerak melihat foto anak-anak yang mati," tuturnya.

Haley juga mengkritik kegagalan DK PBB yang tidak mampu memberi sanksi pada rezim Suriah soal penggunaan senjata kimia.

"Dulu seluruh dunia sepakat dan mengecam senjata kimia, namun sekarang hal itu sudah menjadi hal yang biasa," Haley melanjutkan cecarannya.

Dia juga menuduh Moskow terlibat dalam serangan tersebut.

"Kita tidak bisa mengabaikan peran Rusia dan Iran yang mendukung rezim Assad melakukan pembunuhan. Rezim Rusia, tangannya berlumuran darah anak-anak Suriah, tidak merasa malu ketika melihat foto-foto korban," 

Pasukan rezim Assad melancarkan serangan udara ke distrik Douma, Ghouta Timur pada Sabtu (7/4) tengah malam. Diduga kuat senjata yang digunakan pada serangan itu menggunakan gas beracun berjenis klorin

Relawan White Helmets mencatat, serangan itu membunuh setidaknya 78 warga sipil.

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)