logo rilis

Apresiasi Cetak Sawah, BPK Tak Sepakat Disetop
Kontributor

22 Mei 2018, 08:33 WIB
Apresiasi Cetak Sawah, BPK Tak Sepakat Disetop
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah), saat seminar tentang pangan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (21/5/2018). FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, menyatakan, komoditas pangan berperan strategis terhadap kedaulatan bangsa. Diibaratkannya dengan pernyataan Penasihat Keamanan Nasional Amerika era Richard Nixon, Henry Kissinger.

"Kuasai minyak, maka kamu akan kuasai bangsa. Kuasai makanan, maka kamu akan kuasai masyarakatnya," ujarnya dalam seminar di Kantor BPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Djalil kemudian menyoroti persaingan pangan dari segi konsumsi dan nilai jual. Menurutnya, dua hal tersebut krusial dalam persaingan perdagangan antarnegara.

Di sisi lain, dirinya mengapresiasi program cetak sawah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka mengoptimalkan lahan tidur. "Dengan kantong utama Jawa dan Sulsel," katanya.

Rizal menilai, masalah terkait program tersebut tak sepantasnya menghentikan kegiatan. "Kita perbaiki saja, bukan programnya disetop," sarannya.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, berpendapat, pangan merupakan bisnis besar. "Yang hanya modal paper, keuntungan bisa dalam waktu singkat diraih," ucapnya pada kesempatan sama.

Sedangkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyinggung upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan stok pangan saat Ramadan hingga Lebaran. Katanya, Kementan meningkatkan stok pangan 20-30 persen dibanding waktu normal.

"Sekali lagi kami sampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia, untuk pangan, cukup, lebih dari cukup (stoknya). Kami sudah siapakan stok 20-30 persen dari normal untuk Ramadan," terangnya.

"Kami minta para pedagang jangan naikkan harga," tutup alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)