logo rilis
Apes, Uang untuk Bayar Gaji Guru Dicuri
Kontributor
Kurniati
08 Juni 2018, 11:04 WIB
Apes, Uang untuk Bayar Gaji Guru Dicuri
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Bener Meriah— Saifullah (47), Kepala Sekolah Dasar Neger Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Nanggroe Aceh Darussalam, kehilangan uang sebesar Rp11 juta yang ditaruh di dalam mobilnya.

Uang tersebut seharusnya untuk pembayaran gaji guru di sekolahnya.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Bukit AKP Hartana, mengatakan uang itu hilang setelah pencurinya membobol pintu mobil yang diparkir di depan Kantor Dinas Pendidikan setempat, Kamis (7/6/2018) kemarin.

"Ketika itu, Saifullah memarkirkan mobilnya di halaman depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah ketika hendak mengambil daftar gaji para guru," ujarnya di Bener Meriah, Jumat (8/6/2018).

Namun, saat kembali ke mobilnya, kepala sekolah ini mendapati pintu mobil jenis kijang kapsul dengan nomor polisi BK 1469 AY itu telah dibobol dengan kaca pintu depan sebelah kiri pecah dan tempat kunci pintu depan sebelah kanan bolong.

Saifullah juga mendapati uang sebesar Rp11 juta di dalam mobil tersebut juga telah raib.

AKP Hartana mengatakan sekira pukul 10.00 WIB korban Saifullah melakukan pengambilan uang ke Bank BPD Aceh Simpang Tiga Redelong Cabang Bener Meriah.

"Sekira pukul 10.15 WIB setelah mengambil uang tersebut korban meletakan uang di dalam tas ransel warna hitam yang terbungkus dengan amplop warna kuning, ditaruh di atas kursi depan sebelah kiri. Dan selanjutnya korban pergi ke Kantor Dinas Pendidikan Bener Meriah," tutur AKP Hartana.

Hartana mengatakan, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit dan saat ini kasus sedang dalam penyelidikan kepolisian untuk mengungkap pelaku pencurian.

Ia juga berharap agar kepada warga untuk hati-hati membawa uang, karena menjelang lebaran ini banyak pencuri mengincar orang-orang yang mengambil uang di bank dan mencari kelengahan.

"Kami menduga malingnya sudah membuntuti sejak dari mengambil uang di bank, sehingga ia mencari kelengahan korban dan itu dilakukan di Kantor Pendidikan setempat," ujar dia.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)