logo rilis
Aparat Harus Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman kepada Publik
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
15 Mei 2018, 12:55 WIB
Aparat Harus Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman kepada Publik
Ilustrasi pengawalan polisi. FOTO RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Palangka Raya— Anggota DPR RI dapil Kalimantan Tengah, Hamdhani, mengharapkan seluruh aparat penegak hukum dan intelijen negara dapat bekerja ekstra keras dalam menciptakan rasa aman dan nyaman jelang Ramadhan sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

Ledakan yang terjadi secara beruntun di wilayah Surabaya-Sidoarjo, Jatim pada Minggu, 13 Mei kemarin, kata dia, dapat mengganggu ketenangan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Sehingga, perlu antisipasi lebih kuat ke depannya.

"Tidak ada salahnya kita semua berhati-hati untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, sebelum jatuh korban," kata dia di Palangka Raya, Selasa (15/5/2018).

Anggota DPR RI yang juga berasal dari Provinsi Kalteng, Asdi Narang mengharapkan, masyarakat jangan sampai takut berlebihan dan tetap beraktivitas seperti biasa. Hal ini sangat diperlukan agar pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat bekerja maksimal menanggulangi aksi teroris.

Meski begitulah, Anggota Komisi X DPR RI ini tetap meminta pihak kepolisian bekerja keras, serta menjaga sejumlah tempat, khususnya rumah ibadah.

"Terpenting, sejumlah ledakan yang terjadi di Provinsi Jatim harus membuat rakyat Indonesia bersatu-padu untuk mendukung Polri, TNI dan Presiden untuk menuntaskan kasus itu sampai tuntas," kata Asdi.

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Katolik Palangka Raya, Moses Agus Purwono mengatakan aksi teroris di sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama. Sebab, tak ada satu agama pun yang memperbolehkan dan menyetujui aksi bunuh diri serta membunuh orang lain.

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersatu padu dan membantu aparat penegak hukum melawan serta memberantas teroris. 

Salah satu bentuk perlawanan terhadap teroris dengan meningkatkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan (Sara).

"Saya juga mengajak para pegiat media sosial agar bersama-sama memberantas akun-akun yang mendukung aksi teroris serta upaya memecah belah persatuan Indonesia," kata Moses.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)