logo rilis
Aparat Diminta Waspadai Kerawanan di Kalteng
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 April 2018, 16:05 WIB
Aparat Diminta Waspadai Kerawanan di Kalteng
Ilustrasi Polisi. FOTO RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Palangkaraya— Kapolri, Jendral Tito Karnavian, mengingatkan agar personel Polri dan TNI harus kompak serta waspada dalam mengantisipasi konflik. Terutama di Provinsi Kalimantan Tengah yang dinilai cukup rawan.

Rentannya konflik di provinsi ini karena sudah pernah terjadi konflik etnis maupun pertarungan politik, kata Tito, saat memberikan pengarahan kepada ratusan personel Polri dan TNI di Palangkaraya, Kamis (26/4/2018).

"Pembakaran sejumlah sekolah dasar di Kota Palangka Raya yang telah berhasil diungkap dan sekarang ini sedang dalam proses persidangan, ada nuansa politik. Dari Kasus itu menunjukkan Kalteng tidak selalu aman terus," kata dia.

Mengenai pelaksanaan pilkada di 10 kabupaten dan satu kota se-Kalteng pada 2018 ini, ia mengingatkan personel Polri maupun TNI agar bersikap netral dan profesional.

Dia mengatakan, sepanjang Polri/TNI netral dan menjaga keamanan serta bersinergi dengan penyelenggara pemilu dan didukung tokoh-tokoh masyarakat, maka kontestasi pilkada akan berlangsung lancar dan aman.

"Modal dasar dari itu semua, solidaritas personel Polri dan TNI harus tetap terjaga dan terus ditingkatkan. Hubungan Polri dan TNI yang sudah sangat baik di Kalteng harus dipertahankan," kata Tito.

Pengarahan terhadap ratusan personel Polri dan TNI di Kalteng tersebut dihadiri Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Panglima menyoroti masalah solidaritas Polri dan TNI, serta suksesnya penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018.

Dia mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap TNI/Polri terus meningkat, sehingga sikap netralitas dalam Pilkada menjadi harga mati yang harus dilaksanakan.

"Pesan solidaritas dan netralitas ini yang terus disampaikan kepada seluruh prajurit TNI/Polri se-Indonesia. Setelah dari Kalteng, Saya akan ke Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menyampaikan pesan yang sama," demikian Hadi.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)