logo rilis
Apa sih Korelasi TKA dan Angka Pengangguran, Ini Penjelasan Menaker
Kontributor
Elvi R
12 April 2018, 18:23 WIB
Apa sih Korelasi TKA dan Angka Pengangguran, Ini Penjelasan Menaker
Menaker Hanif Dhakiri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyebut, Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing akan berdampak luas pada perekonoman Indonesia. Termasuk dalam pengurangi pengangguran. 

Menurutnya, Tenaga Kerja Asing (TKA) berkorelasi pada masuknya investasi ke dalam negeri. 

"Ladi gini loh. Investasi kan menciptakan lapangan kerja, lapangan kerja itu untuk siapa? Untuk rakyat Indonesia. Bahwa kemudian investasi itu juga ada TKA yang masuk mengiringinya, ya yang masuk itu kan tidak sebesar yang dia ciptakan," ujar Hanif saat ditemui rilis.id, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Hanif menilai, efek Perpres Nomor 20 Tahun 2018 dengan kedatangan TKA tidak akan berlebihan. Masyarakat pun diminta tidak panik dalam persaingan menghadapi TKA. 

"Masa satu perusahaan di sini dia buka lapangan kerja untuk 200 ribu orang, lalu di bawah TKA 200 ribu orang ke Indonesia, kan enggak. Kalau dari 200 ribu dia bawa TKA-nya 100 misalnya, logis. Tenaga dalam negeri pasti lebih besar," ungkap Hanif.

Justru, tutur Hanif, mereka akan menyedot tenaga dalam negeri. Misalkan dalam proses pembangunan hingga menjalankan roda perusahaan. 

"Misalnya, si A ada investasi di Thailand, bangun jembatan butuh 5.000 orang. Si A ini orang Indonesia. Pertanyaan saya, apakah si A ini mau membawa 5.000 orang Indonesia ke Thailand? Itu dari sisi bisnis rugi, mana ada. Katakanlah dari 5.000, paling bawa 500 orang, itu yang penting-penting yang paham, berkualitas, level atas," jelasnya dalam analogi.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada pihak yang mengembuskan isu miring soal TKA. Kekhawatiran soal TKA boleh saja dilakukan, tapi tidak harus dilakukan secara berlebihan. 

"Karena kalau terlalu khawatir, kita cenderung dikit-dikit nyalahin luar. Nyalahin orang lain," katanya.

Berdasarkan data Kemenaker saat ini, ada 128 juta tenaga kerja. Dari jumlah itu, ada kurang lebih 60 persen dalam rentang lulusan SD sampai SMP. 

"Nah yang ini yang harus kita dorong. Makanya pemerintah fokus ke sini. Dan Pak Jokowi memerintahkan investasi SDM jadi prioritas, pendidikan vokasi jadi prioritas, agar yang levelnya di bawah itu terangkat. Karena kita kekurangan itu justru menengah ke atas. Sementara di bawah over suplai," jelas Hanif.


500
komentar (0)