logo rilis
Anwar Ibrahim Dibebaskan, Hak Politik Pulih Total
Kontributor
Syahrain F.
16 Mei 2018, 13:51 WIB
Anwar Ibrahim Dibebaskan, Hak Politik Pulih Total
Anwar Ibrahim keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras di Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018), setelah diberikan grasi penuh oleh Kerajaan. Credit: AP/Vincent Thian

RILIS.ID, Kuala Lumpur— Politisi kawakan Malaysia Anwar Ibrahim dibebaskan dari penahanan pada Rabu (16/5/2018) pagi setelah diberikan grasi kerajaan.

Tahanan poitik paling mahsyur di Malaysia itu berjalan keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras di Kuala Lumpur pada pukul 11.30 waktu setempat. 

Halaman luar rumah sakit itu telah dipadati para pendukungnya. Mereka meneriakkan slogan "Reformasi!".

Melansir The Straits Times, pemimpin Parti Keadilan Rakyat (PKR) itu meninggalkan rumah sakit menuju Istana didampingi Menteri Besar Azmin Ali dan Wakil Perdana Menteri terpilih Wan Azizah Wan Ismail.

Dalam sebuah wawancara dengan media Australia Fairfax, Anwar mengatakan, negaranya saat ini tengah menyongsong apa yang dia sebut sebagai "era keemasan" setelah berhasil menumbangkan rezim Barisan Nasional yang telah berkuasa selama 60 tahun di Negeri Jiran.

"Saya selalu percaya dengan kebijaksanaan rakyat, bahwa jika kita berusaha keras, maka pada akhirnya kita akan menang," ucap Anwar.

Wakil Presiden PKR Nurul Izzah Anwar mengatakan, pemberian grasi untuk ayahnya merupakan salah satu hadiah terbaik bagi keluarganya.

"Kami melewati banyak bulan Ramadhan tanpanya. Ini merupakan hadiah termanis bagi keluarga dan rakyat Permatang Pauh," ucapnya.

Anwar, yang kini menginjak usia 70 tahun, dalam beberapa bulan terakhir melewati hari-harinya di rumah sakit untuk menjalani operasi bahu.

Mengenai penahanannya, banyak pihak menilai bahwa kasus sodomi yang dituduhkan kepadanya sangat kental dengan nuansa politis. Jika mengacu pada masa resmi penahanannya, Anwar baru akan dibebaskan pada 8 Juni nanti.

Namun, kemenangan kelompok oposisi pimpinan Perdana Menteri terpilih Mahathir Mohamad pada pemilu 9 Mei lalu nampaknya meliputi deal posisi strategis bagi Anwar di pemerintahan. Sehingga, pembebasannya dipercepat tujuh hari setelah kabinet baru membentuk pemerintahan federal.

Grasi penuh yang diterimanya tidak hanya membebaskan Anwar dari masa penahanan. Hak politiknya pun langsung diberikan tanpa harus menunggu lima tahun pascadibebaskan dari penjara.

Dr Mahathir--tokoh yang dahulu menjebloskan Anwar ke penjara--telah disumpah sebagai Perdana Menteri Malaysia untuk yang kedua kalinya. Namun, politisi berusia 92 tahun itu berjanji hanya akan menghabiskan masa jabatannya selama dua tahun untuk kemudian diserahkan kepada Anwar.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)