logo rilis

Anwar Ibrahim dan PBNU Bertemu, Ini yang Dibahas
Kontributor
Sukma Alam
21 Mei 2018, 10:05 WIB
Anwar Ibrahim dan PBNU Bertemu, Ini yang Dibahas
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Anwar Ibrahim, menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (21/5/2018) malam.

Dalam pertemuain itu, Said mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Malaysia di bidang penanganan paham radikalisme.

"Kita memperkuat hubungan antara Malaysia dan NU, terutama menyamakan persepsi Islam yang damai, yang ramat, antiradikalisme, antiterorisme, yaitu yang kita kenal dengan Islam Nusantara," ujar Said.

Said menuturkan saat berbincang dengan Anwar Ibrahim, tokoh reformasi Malaysia itu menyesalkan terjadinya aksi bom oleh sekelompok teroris di Surabaya pada akhir pekan lalu.

"Apalagi masyarakat Indonesia sudah terkenal ramah, santun, kok tiba-tiba radikal. Itu hal yang sangat mengagetkan. Oleh karena itu, kita angkat Islam Nusantara untuk meng-counter (mengatasi) Islam radikal. Karena ini mencoreng dan mengotori Islam. Nabi Muhammad tidak pernah menoleransi kekerasan," kata Said.

Anwar Ibrahim sendiri mengatakan, pihaknya akan mengundang Said Aqil mewakili PBNU untuk menyamakan persepsi tentang Islam yang benar karena di Malaysia juga ada benih-benih radikalisme kendati tidak separah di Indonesia.

"Malam ini kita fokus pada permasalahan umat Islam tentang keperluan menyederhanakan pemahaman. Bukan berarti meremehkan soal syariat atau hukum karena Islam itu rahmatan lil alamin. Saya yakin dengan pemerintahan baru Malaysia akan bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan baru. Dunia lebih menyoroti Indonesia karena Indonesia Islamnya mayoritas dan budayanya banyak," kata Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim yang belum sepekan bebas dari penjara, memenuhi undangan Presiden RI 1998-1999 BJ Habibie sebagai teman dekat untuk merayakan ulang tahun ke-20 reformasi Indonesia dan mengenang almarhumah Ainun Habibie.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)