logo rilis
Antoni: Pak Prabowo Belajarlah dari Grace Natalie
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
19 April 2019, 16:02 WIB
Antoni: Pak Prabowo Belajarlah dari Grace Natalie
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menyayangkan sikap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mendeklarasikan kemenangannya bersama Cawapres Sandiaga Uno.

Padahal, menurut Toni, sapaan akrabnya, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei justru memenangkan Capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Toni mengatakan, mestinya Prabowo bisa belajar dan meneladani sikap Ketua Umum PSI, Grace Natalie, yang langsung mengaku gagal meloloskan partainya tersebut dari ambang batas parlemen setelah melihat hasil hitung cepat alias quick count

"Ketum PSI dengan teguh hati mengakui kegagalan PSI masuk Senayan karena hanya memperoleh 2 persen (sekitar 3 juta pemilih) suara nasional dari 4 persen yang disyaratkan UU," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2019).

Toni mengungkapkan, peserta pemilu, termasuk pasangan capres-cawapres memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Salah satunya, lanjut dia, dengan melakukan tradisi selalu siap dalam kemenangan maupun kekalahan. 

"Siap menang dan siap kalah adalah tradisi penting demokrasi yang gagal ditunjukan Prabowo. Mestinya, Pak Prabowo belajarlah ke Grace Natalie," ujarnya. 

Dia menilai, keinginan rakyat selama ini untuk menjadikan 17 April 2019 sebagai puncak partisipasi politik dan mengakhiri perbedaan yang tajam menjadi kandas karena apa yang dilakukan Prabowo tersebut. 

Pasalnya, menurut dia, Prabowo menolak menyatakan kekalahannya meski semua lembaga survei yang kredibel melalui quick count menunjukan kekalahan mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Quick count adalah metode saintifik-akademik yang sudah mapan dan diterapkan di berbagai belahan dunia yang dapat memberikan indikasi akurat siapa pemenang pemilu. Sayang, Pak Prabowo yang sering mengaku sebagai patriot dan negarawan justru memperpanjang keterbelahan politik dengan menolak hasil quick count, bahkan mengumumkan dirinya sebagai pemenang pemilu," tandasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID