logo rilis
Antisipasi Penumpukan di Pantura dan Cipali, Pemudik Disarankan lewat Jalur Alternatif
Kontributor
Nailin In Saroh
18 Mei 2018, 16:56 WIB
Antisipasi Penumpukan di Pantura dan Cipali, Pemudik Disarankan lewat Jalur Alternatif
Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi (Tengah). FOTO: RILIS.ID/Nailin Insaroh

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto memaparkan, diperkirakan terjadi kenaikan lalu lintas (lalin) di jalan tol pada jalur mudik balik lebaran 2018 dengan rata-rata kenaikan 73 persen arus mudik, dan 80 persen arus balik.

Kenaikan lalin tertinggi diprediksi ada di gerbang tol Palimanan mencapai 478 persen (arus mudik) dan 471 persen (arus balik), namun masih dapat dilayani kapasitas gerbang tol.

Untuk mengantisipasi penumpukan lalin di Tol Cipali dan jalur pantura. Bina Marga menyarankan pemudik mengambil jalur tengah atau selatan.

"Tahun ini kita kenalkan lintas utara, lintas tengah, dan selatan. Jalan tol kita usahakan tol bisa tembus Jakarta-Surabaya sampai Pasuruan. Untuk lintas selatan sekaligus kita kembangkan daerah wisata. Tahun ini juga kondisi jalan lebih baik," ujar Arie saat konferensi pers di Kementrian PUPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sementara, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, mengatakan, lalin lebih baik karena transjawa relatif sudah bisa digunakan.

Kendati demikian, ia berharap tidak ada pemudik menggunakan sepeda motor untuk jarak tempuh yang jauh.

"Sebagian besar memang tidak boleh digunakan untuk sepeda motor. Tapi, kita beri angkutan dari kereta api dan angkutan darat untuk mengangkut jarak jauh," katanya.

Senada dengan Dirjen Bina Marga, Hedy menuturkan, dengan tembusnya jaringan tol dari Merak sampai Pasuruan, pihaknya menyarankan bagi pemudik yang tetap menggunakan kendaraan pribadi. 

"Kami punya alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk kemacetan jalan tol terutama lintas tengah. Mengingat pengalaman dua tahun lalu, di atas penuh di tengah kosong. Sebaliknya, di bawah penuh di tengah kosong. Jadi pilih rute yang kosong menggunakan aplikasi," jelasnya.

Lagipula, sudah ada jalur mudik wisata yang bisa dijadikan jalur pilihan bagi pemudik. Didukung dengan penambahan libur lebaran, pemudik diharapkan mudik santai untuk mengurangi angka kecelakaan.

"Lokasi wisata dari Merak-Pelabuhan Ratu-Pangandaran-Cilacap bisa terus sampai Yogya bisa ketemu lagi di Yogya meski jalurnya panjang. Tapi kami dorong gunakan lintas selatan. Karena libur panjang mudiknya santai aja," imbaunya.

Setidaknya, Dirjen Bina Marga nencata ada 8 titik rawan kemacetan. Di antaranya:

1. Serang Timur
2. Ruas tol Jakarta-Cikampek
3. GT Palimanan
4. GT Ciawi
5. Ruas Tol Pemalang
6. Ruas Tol fungsional Batang-Semarang
7. Salatiga
8. Akses menuju TIP,  Parking Bay

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)