logo rilis
Antisipasi Fluktuasi di Tahun Politik, DPR: BI Harus Jaga...
Kontributor
Intan Nirmala Sari
30 Maret 2018, 03:03 WIB
Antisipasi Fluktuasi di Tahun Politik, DPR: BI Harus Jaga...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Bank Indonesia (BI) dinilai perlu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang berpotensi berfluktuasi terus menerus, terutama dalam menghadapi tahun politik menjelang Pemilu 2019, kata Anggota Komisi XI DPR Faisol Riza.

"Tahun ini, adalah tahun politik yang sangat rentan bila nilai tukar rupiah tidak stabil," katanya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Untuk itu, pihaknya menantikan gebrakan dari BI dalam rangka menghadapi situasi politik yang semakin tidak menentu terkait pilkada dan Pemilu 2019.

Politisi PKB itu mengingatkan, BI senantiasa berkomitmen membantu pemerintah dalam mengembalikan nilai tukar rupiah sesuai asumsi makro ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tugas berat Gubernur BI yang baru adalah, membantu pemerintah untuk mengembalikan nilai tukar rupiah pada asumsi makro pemerintah dalam APBN yaitu di kisaran Rp13.400 per dolar AS," paparnya.

Ia juga mengemukakan bahwa banyak pihak mengharapkan kestabilan ekonomi Indonesia di tengah-tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global.

Sebelumnya, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri menyatakan, tantangan yang sementara ini menjadi fokus perhatian untuk calon Gubernur BI adalah, bagaimana menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia menjelang pesta demokrasi pada 2019.

Menurut Novani, hal tersebut karena banyak hal yang akan menggoyahkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi politik di Indonesia, yang secara tidak langsung akan memengaruhi kondisi ekonomi secara makro.

Untuk itu, ujar dia, Gubernur BI dituntut mampu melakukan kontrol dan menjamin berjalannya tugas utama bank sentral, yaitu menjaga stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan baik jangka panjang maupun pendek.

"Seperti yang telah kita ketahui, kebijakan moneter dan sistem keuangan yang diambil oleh Bank Sentral, memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)