logo rilis
Anies Maju Nyapres, NasDem Singgung 'Tanah Abang Belum Beres'
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Maret 2018, 11:15 WIB
Anies Maju Nyapres, NasDem Singgung 'Tanah Abang Belum Beres'
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Nasional Demokrat (NasDem) Taufiqulhadi menilai, wajar niatan Anies Baswedan yang dikabarkan maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang. Hal ini, kata dia, juga pernah dilakukan Joko Widodo pada Pilpres 2014 sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun, Taufiqulhadi mengingatkan Anies untuk berhati-hati dalam melihat peluang dan mengambil momentum.

"Persoalan karier politik itu sangat bergantung bagaimana kita memahaminya. Di dalam politik itu sangat tergantung kepada momentum. Kalau momentum itu tidak kita lepas, belum tentu dia kembali. Jadi di dalam politik itu harus hati-hati melihat momentum," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

"Misal, momentum itu adalah Pak Jokowi harus hari itu jadi calon presiden, dan beliau mengambilnya. Belum tentu momentum itu akan kembali lagi 5 tahun berikutnya. Tetapi kalau juga salah melihat momentum, apa yang kita pupuk sekarang akan hilang semuanya. Jadi barangkali itu bukan momentum yang tepat," tambah anggota Komisi III DPR ini.

Taufiqulhadi juga menyarankan agar Anies tak terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang mendesaknya maju Pilpres. Sebab, ia harus pintar menjaga dinamika politik. 

"Jangan hanya karena desakan sentimental. Desakan orang-orang tertentu yang belum tentu paham sekali politik. Itu harus dijaga itu," tekannya.

Menyinggung di tengah kabar pencapresan ada masalah tanah Abang, Taufiqulhadi juga menilai wajar. Tapi, kata dia, Anies harus betul-betul mengkalkulasi keseluruhan pencalonan.

"Biasa saja dalam politik itu, tidak ada sempurna ya kan. Tapi semuanya harus dihitung, dihitung mediumnya, lawannya, dihitung semuanya harus dihitung," katanya.

Masalah Tanah Abang, tambah Taufiqulhadi, bukan menjadi alasan untuk Gubernur DKI Jakarta itu tak berpeluang maju. Namun lagi-lagi, Anies harus menghitung momentum.

Diketahui, Anies terancam dibebastugaskan dari jabatannya jika tak mengikuti rekomendasi yang diberikan Ombudsman terkait penataan Tanah Abang.

"Jangan kita lihat misalnya masalah Tanah Abang itu diserang. Menurut saya tidak diserang, itu hanya adalah sebuah upaya untuk Ombudsman mendudukkan sesuatu pada tempatnya. Jangan melihat itu lantas ada rencana berikutnya langkah kita sudah berhenti, itu enggak perlu," tandasnya.

Editor: Sukma Alam


500
komentar (0)