logo rilis
Anies Baswedan 'Didaulat' Jadi Capres 2019
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
08 Juni 2018, 14:50 WIB
Anies Baswedan 'Didaulat' Jadi Capres 2019
Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2019. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Jakarta— Gerakan Indonesia Untuk Indonesia mendeklarasikan Anies Baswedan maju sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang. 

Mewakili para tokoh, Ustaz Haikal Hasan Baras, mengatakan deklarasi ini didasarkan pada syarat integritas, kapasitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Setelah melalui kajian serius, sungguh-sungguh dan mendalam terhadap pribadi serta track record Anies Baswedan. Dan juga mempertimbangkan kebutuhan bangsa saat ini," kata dia dalam deklarasi tersebut, Jumat (8/6/2018).

Adapun komitmen Anies antara lain, menginisiasi Indonesia mengajar, menghentikan proyek reklamasi, dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.

Integritas Anies dibuktikan dengan mendapatkan opini WTP dari BPK, hanya beberapa bulan setelah memimpin DKI. Ia juga dikenal sebagai sosok yang bersih.

"Tak terlibat dalam praktek korupsi yang menjadikannya tak mudah disandera oleh kepentingan siapapun," tambah dia.

Sama halnya Ustaz Fahmi Salim Zubair yang menyatakan bahwa Anies tak memiliki beban sejarah yang bisa menghambatnya untuk berkontestasi di Pilpres 2019. Sehingga, bisa menjalankan amanah kenegaraan.

"Anies menjadi harapan rakyat untuk Indonesia baru yang bersih dan bebas dari mafia korupsi," ujar dia.

Menurut dia, Anies juga tak diragukan kapasitasnya sebagai satu dari 100 ilmuan dunia. Ia dijuluki sebagai the world class leader.

Anies seorang tokoh yang diterima dunia karena wawasan dan jaringan internasionalnya, selain kemampuan komunikasi globalnya. Ini penting untuk membawa Indonesia mampu berperan aktif dan bermartabat di mata dunia.

Dari sisi elektabilitas, hasil survei semua lembaga mengungkapkan Anies paling berpotensi untuk melawan dan mengalahkan incumbent di pilpres 2019.

Deklarasi ini ditandangani oleh sejumlah tokoh antara lain, Haikal Hasan Baras, Fahmi Salim Zubair, K.H. Wahfiuddin, Dr. Taufan Maulamin, Dr. Jeje Zainuddin.

Selain itu, ada juga sejumlah ulama dan habaib, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, generasi muda pejuang subuh, sejumlah LSM dan komunitas anak muda.


500
komentar (0)