logo rilis
Pengamat: Jokowi Jangan Khawatir dengan AD bila Hadi Jadi Cawapres
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
05 Mei 2018, 00:04 WIB
Pengamat: Jokowi Jangan Khawatir dengan AD bila Hadi Jadi Cawapres
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) mendampingi Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Sultan Brunei Darussalam Paduka Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah (kiri) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (3/5/2018). FOTO: Puspen TNI

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, mengatakan, saat ini tak ada lagi dikotomi antara matra darat, laut dan udara di TNI.

Sehingga menurutnya, Presiden Joko Widodo tak perlu mengkhawatirkan latar belakang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dari matra udara bila ingin digandeng menjadi calon wakil presidennya di Pilpres 2019 mendatang. 

"Pascareformasi, tak ada lagi dikotomi di tubuh TNI. Semuanya sama. TNI itu satu kesatuan utuh. Jadi, silakan bila Hadi Tjahjanto menjadi cawapres Pak Jokowi," kata Emrus kepada rilis.id, Jumat (4/5/2018). 

Dia menilai, kekuatan teritorial TNI tidak hanya dikuasai oleh matra darat. Justru hari ini, lanjutnya, peperangan modern lebih banyak bertumpu di udara. 

"TNI Angkatan Udara juga menguasai teritorial," ujarnya. 

Emrus menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah purnawirawan TNI yang ada di lingkaran istana berasal dari darat. Sehingga nantinya, para purnawirawan tersebut bisa membantu Jokowi dalam tugas lainnya bila Hadi menjadi cawapres. 

"Hadi kalau jadi cawapres silakan mengundurkan diri dulu, seperti Edy Rahmayadi. Nantinya, para purnawirawan TNI (AD) yang ada di lingkar istana bisa menjadi menteri-menteri di kabinetnya," paparnya. 

Editor: Elvi R


500
komentar (0)