logo rilis
Angka Korupsi e-KTP Fantastis, Ini Cicilan yang Disetor Andi Narogong ke KPK
Kontributor

11 Oktober 2018, 12:00 WIB
Angka Korupsi e-KTP Fantastis, Ini Cicilan yang Disetor Andi Narogong ke KPK
Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/8/2017). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Terpidana kasus korupsi e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong mulai menyicil uang pengganti dan denda akibat perbuatannya melakukan korupsi. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, setidaknya Andi sudah membayar uang pengganti dan denda dengan total Rp2,1 miliar.

Adapun jumlah tersebut terdiri dari uang denda sebesar Rp1 miliar dan uang pengganti sebesar Rp1,186 miliar. 

"Total uang sebesar Rp2,186 miliar tersebut telah disetorkan KPK ke kas negara," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (11/10/2018).

Andi yang merupaka rekanan setya Novanto itu juga sebelumnya telah mengembalikan uang sebesar US$350 ribu. Namun pengembalian itu belum cukup mengingat KPK berupaya memulihkan kerugian keuangan negara akibat korupsi proyek e-KTP. Kerugian negara akibat korupsi e-KTP pun  diketahui tak kecil. Besarannya mencapai Rp2,3 triliun.

"Hal ini adalah bagian dari upaya asset recovery yang dilakukan oleh KPK, khususnya dalam kasus KTP Elektronik," katanya.

Andi sendiri sebelumnya telah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten untuk menjalani masa hukuman pidana di sana. 

"Jaksa Eksekusi KPK telah melakukan eksekusi terhadap terpidana Andi Agustinus untuk menjalani hukuman setelah putusan berkekuatan hukum tetap," kata Febri.

Menurut Febri, eksekusi terhadap Andi ini sesuai dengan vonis di tingkat kasasi dimana Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Andi dengan 13 tahun penjara. Adapun putusan kasasi itu diketok 16 September 2018 lalu oleh majelis hakim Mohamad Askin, Leopold Luhut Hutagalung dan Surya Jaya.

Selain vonis 13 tahun penjara, Andi juga diminta membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Pengusaha yang dekat dengan Setya Novanto itu juga wajib membayar uang pengganti sebesar US$2,15 juta dan Rp1,186 miliar subsider tiga tahun kurungan.

Menurut Febri, penempatan Andi di Lapas Tangerang bukan didasarkan karena ada Setya Novanto di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa tak semua terpidana korupsi ditempatkan di Lapas Sukamiskin. 

"Tidak semua eksekusi dipusatkan di Sukamiskin saat ini," ujarnya. 

Diketahui pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Andi divonis delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier enam bulan kurungan. Dia juga diminta membayar uang pengganti sebesar US$2,15juta dan Rp1,186 miliar. 

Lalu saat mengajukan banding, Andi dihukum 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Dia juga dijatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar US$2,15 juta dan Rp1,186 miliar.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID