logo rilis
Anggaran Tak Jelas, DPR Pertanyakan Proyek Satelit Satria Kemkominfo
Kontributor
Nailin In Saroh
06 Februari 2020, 11:15 WIB
Anggaran Tak Jelas, DPR Pertanyakan Proyek Satelit Satria Kemkominfo
Syaifullah Tamliha. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mempertanyakan sumber dana yang akan digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam membangun Satelit Satria. Sebab, Tamliha menilai anggaran untuk satelit tersebut tidak jelas.

"Pertama ketidakjelasan itu. Berapa sih harga satelit itu dan juga berapa harga ground segment-nya. Sama sekali tidak dijelaskan oleh Pak Menteri berapa anggaran yang dibutuhkan," ujar Tamliha dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara DPR RI Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Tamliha mengungkapkan, Kemkominfo pernah membahas soal anggaran yang digunakan untuk membangun satelit tersebut, yakni sebesar Rp 81 triliun. Namun, dia mengaku tidak mengetahui lebih lanjut evaluasi atas rencana anggaran tersebut.

Menurut Tamliha, negara akan terbebani jika nilai proyek satelit Satria mencapai puluhan triliun. Dia memperkirakan Pemerintah hanya mampu menanggung anggaran untuk proyek sebesar Rp 3,1 triliun. 

"Kalau mengandalkan dari APBN hanya bayar Rp 3,1 triliun kita sangat mendukung, tapi kalau soal anggaran yang begitu besar ini menjadi problem. Anggaran menjadi problem di setiap lembaga dan Kementerian," tegasnya.

Di sisi lain, Tamliha mengingatkan PNBP Kemenkominfo jauh lebih rendah dari nilai proyek satelit Satria. Ia pun ragu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memenuhi permintaan Kemkominfo jika mengandalkan APBN. Sebab, dia menyebut Kemenkeu tidak pernah hadir untuk membahas proyek tersebut.

"Kalau tidak ada jaminan dari Menteri Keuangan dari mana kita bisa membayar proyek Satria ini”, kata Tamliha.

Sementara, Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menyarankan proyek SATRIA dibatalkan saja ketimbang menjadi beban keuangan negara.

"Kita sudah ada pelajaran pahit dari pengadaan satelit komunikasi pertahanan nasional yang gagal total di periode pertama Presiden Jokowi. Baiknya batalkan saja Satria”, kata dia, Rabu (5/2).




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID