logo rilis
Anggaran DPRD Naik, Produktivitas Perda DKI Tetap Rendah
Kontributor
Fatah H Sidik
23 April 2018, 18:13 WIB
Anggaran DPRD Naik, Produktivitas Perda DKI Tetap Rendah
Gedung DPRD DKI Jakarta. FOTO: dprd-dkijakartaprov.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyebut kinerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta lemah. Soalnya, produktivitasnya mengeluarkan perda sangat rendah.

"Bapemperda tak bisa kerja dengan baik. Sangat minim itu, kalau masih empat raperda. Itu pun utang 2017," ujar peneliti Formapi, Lucius Karus, di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Bapemperda DPRD DKI baru mengesahkan empat perda selama 2018. Seluruhnya dibahas sejak 2017. Padahal, Program Legislasi Daerah (Proleg) DKI sebanyak 45 rancangan peraturan daerah (raperda).

Lucius pun mengkritisi alokasi anggaran untuk pembahasan raperda yang meningkat saban tahunnya. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018, diketahui anggaran untuk pembahasan raperda sebesar Rp6,4 miliar.

Anggaran untuk kunjungan kerja pun terus meningkat. Perinciannya, APBD 2016 Rp115 miliar, APBD 2017 Rp100,13 miliar, dan APBD 2018 Rp 126 miliar. "Ini cukup menyendihkan. Itu setiap minggu plesiran, tapi lupa dengan tugas yang lebih penting," ketusnya.

"Sudahlah, jangan kebanyakan panitia khusus. Selesaikan tugas dengan baik. Pansus tak pernah tuntas juga. Lebih baik fokus ke penyelesaikan raperda," imbuh Lucius.

Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD DKI, Abraham Lunggana, berdalih, baru menjabat selama enam bulan menggantikan Mohamad Taufik. Sehingga, membutuhkan waktu untuk menuntaskan utang raperda.

Alasan lainnya, raperda yang sudah disahkan pada paripurna harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Di Kemendagri yang buat lama," kilah Lulung, sapaannya.

Kala disinggung sudah berapa raperda yang dibahas Bapemperda, bekas Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyatakan, belum ada. Bapemperda kini akan membahas Raperda Perpakiran.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)