logo rilis

Andi Narogong Bantah Jadikan Ponakan Setnov Kurir Uang e-KTP
Kontributor
Tari Oktaviani
12 April 2018, 16:16 WIB
Andi Narogong Bantah Jadikan Ponakan Setnov Kurir Uang e-KTP
Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Andi Agustinus alias Andi Narogong membantah pernah menyuruh keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo menyerahkan uang ke beberapa anggota dewan perwakilan rakyat (DPR). 

Hal itu disampaikannya dalam sidang pengadilan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Anang Sugiana Sudiharjo, Kamis (12/4/2018).

Hakim dalam sidang perkara korupsi e-KTP, Anwar, menanyakan kebenaran pernyataan Setya Novanto yang menyebut keponakannya sengaja dijadikan kurir oleh Andi Narogong demi mendapatkan pekerjaan di konsorsium peserta lelang pengadaan e-KTP.

"Katanya saudara memerintah dia (Irvanto Hendra) sebagai kurir untuk nganter duit ke DPR?" tanya hakim kepada Andi di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta.

Andi kemudian menjawab tidak pernah melakukan pertemuan khusus dengan Irvanto, untuk membahas pembagian uang ke DPR. 

Menurutnya, pertemuan Irvanto dengannya hanya dilakukan pasca perusahaan milik Irvanto yaitu Murakabi kalah di lelang.

"Tidak pernah Yang Mulia. Pertemuan dengan pak Irvanto dan pak Setya Novanto hanya setelah dia kalah, Murakabi ini kalah, Murakabi meminta pekerjaan, minta tolong. Tolong dong omongin masalah pekerjaan," jawab Andi.

Soal uang, kata Andi Narogong, dirinya hanya membicarakannya dengan Novanto dan mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap. 

"Saya tidak kenal orang-orang yang lain-lain. saya hanya kenal pada pak SN dan pak Chairuman yang ketemu dengan saya," jelasnya.

Sebelumnya, terdakwa dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto mengatakan, keponakannya Irvanto Hendra Pambudi diminta menjadi kurir uang diduga hasil korupsi oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

Hal itu baru diketahuinya dari keterangan keluarga Irvanto.

"Nah saya dalam akhir-akhir ini akhirnya mencoba untuk mendekati Irvanto melalui keluarga. Jadi mengatakan bahwa ada beberapa yang memang diminta oleh saudara Andi mengantar," ungkap Novanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Kendati begitu, Irvanto bersedia mengantar-antar uang bukan tanpa alasan. 
Menurut Novanto, Andi menjanjikan pekerjaan kepada Irvanto apabila ia mau menjadi kurir uang jatah e-KTP.

"Dan mengantarkan itu adalah Irvanto dijanjikan kerjaan konsorsium untuk diminta membantu mengantar-antar," paparnya.

Lalu terkait jumlah uang yang diantar ileh Irvanto kepada beberapa pihak, Novanto mengaku sudah tahu. Namun ia tak mau membuka rinciannya karena sudah diserahkan ke penyidik.

"Jumlah-jumlahnya saudara Andi yang menyampaikan pada saya dan itu sudah saya sampaikan ke pihak penuntut umum melalui penyidik," tegasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)