logo rilis

Anak Buah Penyuap Bupati Kukar Sebut Ada Uang Rp5 M untuk Bayar KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
27 Maret 2018, 16:40 WIB
Anak Buah Penyuap Bupati Kukar Sebut Ada Uang Rp5 M untuk Bayar KPK
Bupati Kukar Rita Widya Sari. RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anak buah Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun, mengakui adanya permintaan uang untuk diberikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini disampaikan langsung oleh General Manager Hotel Golden Season, Hanny Kristianto, yang menjadi saksi dalam sidang kali ini, Selasa (27/3/2018).

Hanny mengakui sempat memberikan uang miliaran rupiah kepada Rita Widyasari selaku Bupati Kutai Kartanegara kala itu. Adapun uang itu terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima milik Abun.

Namun ia menyampaikan, Rp5 miliar diantaranya itu rencananya akan diberikan kepada KPK. Hal itu ia ketahui dari Abun. Menurut keterangan Abun, uang itu untuk bebaskan ayahnya Syaukani Hassan Rais yang juga mantan Bupati Kutai dimana pada Desember 2006 pernah ditetapkan tersangka korupsi dalam kasus pembebasan lahan Bandara Loa Kulu.

"Menurut Pak Abun, Rp 5 miliar untuk bayar KPK, untuk bebaskan Pak Syaukani," ujar Hanny, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Selanjutnya, uang itu pun ditransfer dari rekening Abun ke rekening Bank Mandiri atas nama Rita Widyasari.

"Jadi saya ini bukan keterangan saya tapi ini keterangan pak Abun," katanya.

Diketahui, Syaukani sudah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi selama 2,5 tahun penjara. Syaukani kala itu mengajukan kasasi justru mendapatkan tambahan hukuman tiga tahun dari Mahkamah Agung sehingga menjadi enam tahun penjara. Lalu, permohonan grasi yang diajukan Syaukani dikabulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun, didakwa memberikan suap sebesar Rp6 miliar kepada Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Adapun uang itu sebagai imbalan terkait pemberian ijin lokasi perkebunan Kelapa Sawit, di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tak hanya itu saja, Abun juga didakwa pasal gratifikasi. Menurut Jaksa, uang sebanyak Rp6 miliar tersebut juga masuk ke pemberian hadiah atau janji kepada Rita.

Akibat perbuatannya itu, Abun dianggap melanggar Pasal 5 huruf b UU dan Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)