Home » Peristiwa » Dunia

Amnesty Internasional AS: Trump Injak-injak Rakyat Palestina

print this page Kamis, 7/12/2017 | 22:00

Presiden Donald Trump. FOTO: Gizmodo

RILIS.ID, Jakarta— Amnesty International (AI) mengutuk keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai status Yerusalem. Direktur AI Amerika Serikat Raed Jarar mengatakan, kebijakan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota itu akan memberi dampak ancaman yang meluas.

"Pemerintahan Trump membuat suatu keputusan yang gegabah dan provokatif. Mereka menginjak-injak hak asasi manusia rakyat Palestina dan dapat memicu eskalasi ketegangan di kawasan," ucap Raed, dalam pernyataan tertulisnya kepada rilis.id, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Kebijakan tersebut, lanjut Raed, lagi-lagi menunjukkan pengabaian dan ketidakpatuhan AS terhadap hukum internasional.

Padahal, sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, AS ikut menandatangani resolusi DK yang menyatakan, aneksasi Israel di wilayah Yerusalem Timur adalah tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.

"Ada kesepakatan internasional, termasuk resolusi DK PBB yang menyatakan aneksasi Israel di Yerusalem sebagai tindakan ilegal. Dengan begitu, AS telah melanggar kewajibannya sendiri untuk mematuhi hukum internasional," jelasnya.

"Tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mendukung pencaplokan Israel di Yerusalem Timur. Hal itu membuat kebijakan AS sangat bermasalah. Kebijakan ini tidak hanya melanggar hukum internasional, namun juga mengabaikan pelanggaran hak asasi banyak manusia," ucap Raed. 

Pada 1980, Israel melegalkan aneksasi wilayah Yerusalem Timur dengan menjadikannya termaktub dalam UU negara itu. Dunia internasional telah berulang kali mengecam tindakan Israel tersebut, salah satunya adalah dengan mengeluarkan resolusi DK PBB.

Penulis Syahrain F
Editor Eroby JF

Tags:

Amnesty InternasionalYerusalemDonald TrumpPalestina