logo rilis

PAN Tersinggung Hanura Bilang Amien Rais ‘Comberan’
Kontributor
Nailin In Saroh
16 April 2018, 15:56 WIB
PAN Tersinggung Hanura Bilang Amien Rais ‘Comberan’
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Amanat Nasional (PAN) geram dengan pernyataan Politisi Hanura, Inas Nasrullah Zubir, karena menyebut seniornya Amien Rais sebagai "politikus comberan". Ini terkait pernyataan Amien yang mengatakan ada "partai setan" dan "partai Allah".

"Itu, kan, Pak Inas enggak ngerti masalah. Pak Amien sampaikan itu, kan, sebagai akademisi, seorang tokoh reformasi, seorang mubalig dalam perspektif membandingkan, jangan sampai ada perilaku seperti itu," ujar Ketua DPP PAN, Ali Taher Parasong, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Baca: Hanura: Amien Rais Politisi Comberan!

Dia menambahkan, Amien merupakan tokoh reformasi yang tak sembarang berbicara. Baginya, Inas terlalu berlebihan, jika sampai menyebut tokoh Muhammadiyah ini dengan sebutan "comberan".

"Yang comberan itu siapa? Pak Amien tokoh reformasi, loh. Pak Amien tokoh reformasi. Belum ada yang lain-lain, siapa berani zaman Orde Baru melawan kekuasaan otoritarianisme? Pak Amien. Semua diam, kok," tegasnya.

Ali pun balik menuding Inas sebagai "kotoran". "Yang ngomong comberan itulah yang enggak ngerti. 'Kotoran' dia itu," ketusnya.

Baca: Dikotomi Partai ala Amien Rais, Ini Kata PDIP

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengkritik Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menyebutkan ada partai setan dan partai Allah. Pernyataan Amien itu pun berujung pelaporan ke kepolisian.

Inas tak sependapat dengan beberapa parpol yang mengatakan ceramah Amien bagian dari demokrasi. Menurutnya, tak elok jika mantan ketua MPR itu bicara seenaknya di ruang publik.

"Demokrasi itu bukan bebas semau gue, tapi harus ada tanggung jawab di dalamnya," ujar Inas di Jakarta, Senin (16/4/2018).

"Ucapan Amien Rais tentang partai setan tidak ada kaitan-nya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia," jelasnya lagi.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)