logo rilis

Amali: Pengangkatan Ngabalin Sudah Tepat
Kontributor
Yayat R Cipasang
25 Mei 2018, 01:49 WIB
Amali: Pengangkatan Ngabalin Sudah Tepat
Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali menilai pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden akan memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan. Pengangkatan Ngabalin dianggap sudah tepat.

"Karena sebagus apa pun yang telah dikerjakan, tapi tidak ada yang mengomunikasikan ke pihak luar (masyarakat), tentu tidak akan tahu sudah berbuat apa. Pak Ali Mochtar Ngabalin diharapkan dapat memperkuat tim komunikasi," kata Amali dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Dia menilai Ali Mochtar yang berlatar belakang ulama dan punya jaringan di kelompok muslim, akan bisa memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan.

Amali juga meyakini keputusan Kepala Staf Presidenan Moeldoko menunjuk Ngabalin didasarkan atas profesionalitas, diapresiasi sebagai manifestasi inklusifitas, dan bukan untuk kepentingan politis.

Penambahan jumlah personel di lingkaran dalam Istana, menurut Amali, akan berbanding lurus dengan upaya penyebarluasan informasi tentang kinerja dan keberhasilan pemerintah.

"Itu tidak bisa dilakukan hanya dengan satu, dua, atau tiga orang saja. Masuknya Pak Ngabalin itu menambah kekuatan dan semakin bagus terinformasi ke bawah," ujarnya.

Menurut dia pengangkatan Ngabalin tersebut berdasarkan rekam jejak yang bersangkutan selama ini yang terkenal memiliki jaringan yang luas di kalangan pesantren dan juga pernah menjadi anggota DPR sehingga jaringan politiknya luas.

Dia mengatakan bahwa penempatan Ngabalin tersebut bukan ditujukan untuk meredam serangan-serangan politik kepada pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan pengangkatan Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama guna membantu Kantor Staf Presiden melakukan fungsi komunikasi politik kepada publik.

"Dia adalah politisi senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Tugasnya adalah sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Bukan sebagai Juru Bicara Presiden atau Staf Khusus Presiden. Dia akan membantu mengomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah. Sudah begitu banyak program dan kebijakan yang dibuat Pemerintah, dan memerlukan komunikasi kepada publik yang lebih luas," kata Moeldoko dalam siaran persnya, Rabu (23/5).
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)