logo rilis
Alsintan Bantuan Kementan Sangat Diandalkan di Poso
Kontributor

05 Juni 2018, 18:34 WIB
Alsintan Bantuan Kementan Sangat Diandalkan di Poso
Petani mengolah lahan menggunakan traktor roda dua. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Poso— Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan), khususnya traktor roda dua dan roda empat, mempercepat luas tambah tanam padi di Poso, Sulawesi Tengah. Sebab, tak ada kendala dalam mengolah lahan persawahan seluas 18.277 hektare. Sekitar 10.326 hektare di antaranya, tanam dua kali dalam setahun.

"Untuk mengolah tanah seluas itu, Poso mutlak memerlukan traktor. Karena bila dikerjakan secara manual, selain tidak efisien, juga tenaga kerja sangat langka," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Poso, Ir. Heningsih EG Tampai M.Si, saat Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan di kantornya, Poso.??

Alhasil, produksi padi di Poso meningkat. Buktinya, luas tambah tanam padi Oktober 2017-Maret 2018 mencapai 21.018 hektare atau melampaui target 18.716 hektare (112 persen).

Sementara, Penanggung Jawab (Pj) Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan Sulteng, Prof. Dedi Nursyamsi, meminta, bantuan alsintan Kementerian Pertanian (Kementan) harus dimanfaatkan secara maksimal dan tak boleh ada yang mangkrak. Pasalnya, alsintan diberikan agar pengolahan lahan cepat dan efisien.

"Sehingga, tanam juga cepat. Yang akhirnya, dapat mendongkrak produksi pajale (padi, jagung, dan kedelai) nasional," jelasnya. Beragam jenis alsintan yang diberikan Kementan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, mico transplanter, dan combine harvester.

Sedangkan Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Poso, Alpius Lampelulu, SP M.Si, mengutarakan, alsintan dari Kementan sudah digunakan maksimal. Alsintan milik swasta atau petani hanya sekitar 20 persen. "Jadi jelas, alsintan bantuan Kementan sangat diandalkan di Poso," ungapnya.

Adapun Kepala Seksi Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dinas Pertanian Tanaman Poso, Ni Ketut Wardani, menerangkan, beragam bantuan alsintan telah diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso. Perinciannya, 179 unit traktor roda dua, 22 unit traktor roda empat, 53 unit pompa air, serta rice transplanter dan combine harvester.

Namun begitu, jumlah traktor yang ada belum memadai untuk mengolah 18.277 hektare sawah. Apalagi, Kementan berencana mencetak 500 hektare sawah baru pada 2018.

"Ini, tentu saja berdampak terhadap kebutuhan alsintan yang semakin meningkat, baik itu traktor maupun transplanter dan combine harvester," tandasnya.

Sumber: Pronika/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)