logo rilis
Almamater IISIP Terpilih sebagai Ketum HMI Jaksel
Kontributor
Syahrain F.
10 April 2018, 17:33 WIB
Almamater IISIP Terpilih sebagai Ketum HMI Jaksel
Ketua Umum terpilih HMI Cabang Jakarta Selatan periode 2018–2019 Safarianshah Zulkarnaen. FOTO: Ist

RILIS.ID, jAKARTA— Konferensi Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Selatan ke VIII telah melahirkan kepemimpinan baru.

Dalam prosesnya, 13 Komisariat se-Jakarta Selatan mewarnai dinamika forum Konfercab VIII Jakarta Selatan, pada Sabtu (7/4) lalu, di Sekretariat Bersama, Cilosari 17.

Karena dinamika yang kental itu, Konfercab sempat mengalami penundaan atas kesepakatan peserta, dikarenakan terjadi keributan dari pihak tak dikenal.

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab Nira Silawane mengatakan, pihaknya akhirnya mendapatkan lokasi terbaru di Aula MT Harley, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

"Setelah ditetapkan lokasi di Aula Harley, kami langsung mengkonfirmasi kehadiran seluruh komisariat se Jakarta Selatan dan mendapat konfirmasi kehadiran dari peserta Konfercab," tambah Nira.

Sidang Pleno 4 tentang Pemilihan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan dilanjutkan dengan kehadiran delapan Ketua Umum Komisariat se-Jakarta Selatan. Sementara, 5 Ketua Komisariat lainnya berhalangan hadir. 

Selanjutnya, proses Pemilihan Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan dilakukan dan akhirnya memutuskan dan menetapkan Safarianshah Zulkarnaen sebagai Ketua Umum terpilih HMI Cabang Jakarta Selatan periode 2018–2019.

"Melalui kerja kolektif dan kolosal, mari  bersinergi untuk memberikan kontribusi nyata kita sebagai katalisator perjuangan HMI Cabang Jakarta Selatan," jelas Safarianshah Zulkarnaen, Formateur Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan.

"Kini saatnya berbenah diri dan menampilkan wajah HMI Jakarta Selatan sebagai rumah berkarya dan barometer perkaderan HMI se Jakarta," tambah Safarianshah yang juga mantan Presiden BEM KM IISIP Jakarta.

Peserta Konfercab VIII sepakat untuk membuat surat pernyataan bahwa penyelenggaraan Konfecab VIII sah dan memang sesuai konstitusi. 

Sementara itu, Safa ingin memastikan bahwa posisi HMI Jakarta Selatan berada sebagai mitra kritis Pemerintah, sehingga melihat fenomena dengan jernih dan lantang untuk terjun dalam lajur perjuangan yang berdasar pada nilai kebenaran. 

“Kita perlu memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan yang kritis–solutif agar gaung HMI Jakarta Selatan tak hanya manis di bibir tapi nyata dengan solusi,” tutup Safa.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)