logo rilis
Alfian Tanjung Divonis Bebas, Politisi PDIP Minta Jaksa Banding
Kontributor
Zul Sikumbang
30 Mei 2018, 16:27 WIB
Alfian Tanjung Divonis Bebas, Politisi PDIP Minta Jaksa Banding
Masinton Pasaribu. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu berharap Jaksa mengajukan banding atas vonis bebas terhadap terdakwa kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung. Alfian didakwa karena ujaran kebencian dengan menyebut adanya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di PDIP.

"Kalau menurut kita harus diupayakan untuk banding. Di pengadilan tingkat pertama ini hakim memutuskan dengan kacamata kuda. Dia melihat dari satu sisi saja," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Kata anggota Komisi III DPR RI itu, harusnya hakim mempertimbangkan detail aspek. Tidak semata-mata melihat persoalan ini dengan hukum semata. 

Baca juga: Usai Bebas, Alfian Tanjung Minta Politisi PDIP Diproses Hukum

"Kita harus melihat aspek sosialnya. Dampak dari tudingan yang tidak berdasar itu. Harusnya itu dijadikan pertimbangan oleh hakim. Karena dengan putusan itu seakan-akan pernyataan atau tudingan Alfian itu menjadi benar," kata Masinton.

Masinton menambahkan, meskipun Alfian dilaporkan karena copy paste dari media, namun tulisan itu tidak diketehui kebenarannya.

"Meskipun itu copy paste. Tapi kan copy paste itu sumbernya tidak benar. Me-copy paste sumber yang tidak benar. Informasi itu tidak benar. Itu harus jadi pertimbangan hakim," kata Masinton.

Baca juga: Sebut Ada Anggota PKI di PDIP, Alfian Tanjung Divonis Bebas

Sebelum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis bebas Alfian Tanjung.

"Membebaskan segala tuntutan hukum," kata Ketua Majelis Hakim Mahfudin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).

Hakim menyatakan, perbuatan Alfian terbukti, namun bukan termasuk dalam perbuatan pidana. Ini lantaran dalam pertimbangan hakim, Alfian Tanjung hanya melakukan copy paste terhadap salah satu media.

"Bahwa perbuatan terdakwa hanya copy paste media untuk di-posting akun media sosialnya," ujar Hakim.

Dengan demikian, Hakim pun memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk mengembalikan barang bukti berupa laptop merk ASUS kepunyaan Alfian yang sempat disita sebelumnya.

Hakim juga meminta Jaksa segera membebaskan Alfian Tanjung dari penjara.

"Terdakwa dibebaskan hukum maka denda hukum perkara dikembalikan kepada negara. Barang bukti juga harus dikembalikan," ucap hakim.

Alfian sebelumnya didakwa oleh Jaksa telah melakukan ujaran kebencian karena menyebut 85 persen kader PDIP sebagai anggota PKI. Pernyataan ini disampaikan Alfian melalui akun twitternya.

Oleh Jaksa, ia pun dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta karena melanggar Pasal 29 ayat (2) UU 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Usai hakim membacakan vonis, para pendukung Alfian pun bersyukur dengan meneriakan takbir.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar," ujar mereka.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)