logo rilis

Alasan Stephen Hawking Hidup Lebih Lama dengan ALS Masih Misteri
Kontributor
Ning Triasih
14 Maret 2018, 20:29 WIB
Alasan Stephen Hawking Hidup Lebih Lama dengan ALS Masih Misteri
FOTO: Instagram/@stephen.hawking_

RILIS.ID, Jakarta— Amyotrophic Lateral Sclerosis atau ALS, itulah penyakit yang diderita ahli fisika fenomenal, Stephen Hawking, sebelum meninggal pada Rabu (14/3/2018).

Kepergiannya tentu menggegerkan dunia. Bagaimana tidak, dialah generasi penerus Albert Einstein yang memahami seluk-beluk alam semesta. 

Meninggal di usia 76 tahun, Hawking terbilang beruntung. Pasalnya, hanya dia yang berhasil bertahan hidup hingga 50 tahun melawan penyakit ALS. Apa itu?

Ini adalah penyakit motor-neuron. ALS biasanya menyebabkan melemahnya salah satu motor-neuron atau keduanya.

ALS memberikan efek pada jaringan sel otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini juga menyerang motorik otak, sehingga otak kehilangan kemampuan untuk memerintahkan otot.

Umumnya, orang yang didiagnosis ALS diprediksi hanya mampu bertahan hidup paling lama 4-5 tahun.

Namun, untuk kasus Hawking, ini terbilang langka. Ia mampu bertahan hidup hingga setengah abad sejak di didiagnosis di usia muda, 21 tahun.

Bagaimana Hawking bertahan hidup lebih lama melawan ALS?

Ada dua kemungkinan pasien ALS bisa meninggal, yakni kegagalan pernapasan dan kemunduran otot menelan yang dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi.

Sementara itu, bertahannya Hawking dengan ALS hingga 50 tahun lebih hingga saat ini masih jadi misteri bagi banyak dokter dan ilmuwan. 

Hal ini terutama kemampuannya untuk memahami dan belajar ilmu fisika, seperti dalam biografinya A Brief History of Time. Kemampuan otaknya justru makin gemilang meski mengidap penyakit serius ini.

Penyakit ini sangat melumpuhkan. Membuat Hawking hanya bisa duduk di kursi roda. ALS ini juga melumpuhkan kemampuannya melakukan berbagai hal, seperti mandi, makan, bahkan berbicara. 

Hawking hanya bisa menggerakkan beberapa jari. Ya, dengan kegeniusannya, ia menciptakan alat yang bisa menerjemahkan ucapannya lewat komputer.

Menyebar lebih lambat

Dokter mengatakan, ASL yang diidap Hawking menyebar lebih lambat dari biasanya. Itulah mengapa ia bis bertahan hidup hingga setengah abad.

Hawking berkata, "Saya beruntung kondisi saya berkembang lebih lambat daripada umumnya. Ini menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu kehilangan harapan."

Hawking salah diagnosis?

Ada banyak teori mengatakan, Hawking salah didiagnosis. Banyak peneliti justru beranggapan, kasus Howking mungkin saja onset (penampilan pertama dari tanda-tanda atau gejala suatu penyakit) dewasa dari Atrofi Spinal Muscular. Ini adalah kelainan yang mirip dengan penyakit motor-neuron, namun kemungkinan bertahan hidup dan prognosis lebih besar dalam hal ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)