logo rilis

Alasan Sakit, Rekan Pengusaha Novanto Mangkir Panggilan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
02 April 2018, 14:53 WIB
Alasan Sakit, Rekan Pengusaha Novanto Mangkir Panggilan KPK
Jubir KPK Febri Diansyah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Made Oka Masagung (MOM) kembali mangkir dari pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan jika Made Oka mengirimkan surat keterangan sakit.

"Hari ini kami menerima surat dari kuasa hukum tersangka MOM, dengan lampiran surat keterangan sakit tertanggal 28 Maret 2018. Dokter pemeriksa Prof dr Jusuf Misbach dari RS PON menerangkan bahwa pasien perlu istirahat karena sakit selama 1 minggu, dari 28 Maret sampai dengan 3 April 2018," kata Febri, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Sebelumnya minggu lalu, Made Oka juga tak memenuhi panggilan KPK. Menurut kuasa hukumnya, Made Oka dikabarkan sakit dan membutuhkan perawatan di RS Pusat Otak Nasional (PON).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersama Made Oka Masagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Penyidik menduga Irvanto sebagai pihak yang menampung uang dari keuntungan proyek e-KTP.

"IHP (Irvanto Hendra Pambudi) diduga menerima US$3,5 juta pada periode 19 Januari hingga 19 Februari 2012 yang diperuntukan kepada Setnov secara berlapis melewati sejumlah negara," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu 28 Februari 2018.

Lembaga antirasuah itu menduga, Irvanto sejak awal mengikuti proses pengadaan e-KTP milik Kementerian Dalam Negeri dengan perusahaannya.

"IHP juga diduga ikut beberapa kali dalam pertemuan di Ruko Fatmawati bersama penyedia barang proyek e-KTP," kata Agus.

Menurut dia, Irvanto juga disinyalir sudah mengetahui sejak awal soal fee sekitar 5 persen dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp5,9 triliun untuk anggota DPR periode 2009-2014.

"Konsorsium Murakabi walaupun kemudian kalah diduga sebagai Perwakilan Setya Novanto. Ini diketahui IHB adalah keluarga (Keponakan) Setya Novanto," kata Agus.

Irvanto sendiri saat ini sudah mendekam di penjara KPK, karena penyidik memutuskan untuk menahannya 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)