logo rilis

Akuisisi Saham Pengelola Alur Pelayaran Barat Surabaya, Kinerja Pelindo III Kian Gesit
Kontributor

20 April 2018, 19:55 WIB
Akuisisi Saham Pengelola Alur Pelayaran Barat Surabaya, Kinerja Pelindo III Kian Gesit
Penandatanganan akuisisi saham PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) oleh PT Pelindo III di Surabaya, Jumat (20/4/2018). FOTO: pelindo.co.id

RILIS.ID, Surabaya— PT Pelindo III mengakuisisi saham entitas swasta pada PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang merupakan perusahaan patungan antara Pelindo III dengan kontraktor pengerukan asal Belanda, Van Oord, dan perusahaan swasta nasional, PT Gerbang Samudera Utama (GSU).

Direktur Utama Pelindo Marine Service (PMS), atau anak usaha Pelindo III, Putut Sri Muljanto, mengatakan, sebelumnya Pelindo III memiliki 60 persen saham APBS melalui anak usahanya PMS.

Sisanya, kata dia, dimiliki Van Oord dan GSU sebesar masing-masing 20 persen, dan kemudian Pelindo III mengakuisi masing-masing 15 persen saham dari Van Oord dan GSU, sehingga kini Pelindo III memiliki kontrol penuh dengan 90 persen saham.

Sebelumnya, Pelindo III pada 2015 juga telah menyelesaikan proyek revitalisasi APBS dengan nilai pekerjaan mencapai US$73 juta, sepanjang 25 mil, yang kini menjadi akses laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

"Pelabuhan itu, dikembangkan dari semula dengan lebar 100 meter dan kedalaman sekitar -9,5 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air) kini menjadi selebar 150 meter dengan kedalaman mencapai -13 meter LWS," katanya di Surabaya, Jumat (20/4/2018).

Dengan seperti itu, APBS kini memiliki kedalaman yang cukup untuk mengakomodasi kapal-kapal yang berbobot lebih besar.

Putut menjelaskan, APBS juga mengelola channel fee yang dipungut dari operator kapal untuk dialokasikan pada pengaturan lalu lintas pelayaran dan juga perawatan alur agar aman untuk dilayari.

"Usai direvitalisasi, potensi bisnis APBS kini semakin menjanjikan, karena kini tren kapal yang memasuki Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik memiliki bobot yang semakin besar. Terlebih, tren ini juga didorong dengan tren pertumbuhan throughput (arus bongkar muat barang) yang juga terus meningkat," katanya.

Berdasarkan catatan Pelindo III, jumlah kapal yang melalui APBS sepanjang 2016 sebanyak 1.105 unit, atau setara dengan total bobot kapal yang mencapai lebih dari 27 juta gros ton.

Kemudian meningkat pada 2017 dengan jumlah kapal sebanyak 2.857 unit, atau setara dengan 53 juta gros ton bobot kapal. Sehingga peningkatan year on year untuk periode tersebut untuk arus kapal sebesar 158,5 persen dan untuk bobot kapal sebesar 96,3 persen.

CEO PT Pelindo III, Ari Askhara mengaku kepemilikan saham mayoritas di APBS membuat Pelindo III dapat semakin gesit untuk mengambil keputusan bisnis, sebab kini juga sedang mengintegrasikan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik dalam konsep Great Surabaya Metropolitan Port.

"Beberapa terminal di Pelabuhan Tanjung Perak kini juga sudah direkonfigurasi sesuai jenis komoditasnya untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat. Kemudian, Pelindo III juga membangun beberapa terminal baru, seperti Terminal Teluk Lamong dan Terminal Manyar di JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate). Maka traffic (arus) kapal akan semakin ramai melalui APBS, sehingga potensi bisnisnya semakin besar," katanya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)