logo rilis

Akselerasi Diseminasi Jajar Legowo Super Pasang Surut Jambi
Kontributor
Elvi R
20 November 2018, 19:19 WIB
 Akselerasi Diseminasi Jajar Legowo Super Pasang Surut Jambi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jambi— Keberhasilan kegiatan aplikasi teknologi Jarwo Super Pasang Surut (JSPS) di Jambi pada 2017, menghasilkan beberapa komponen inovasi teknologi spesifik lokasi. Beberapa contohnya seperti VUB, perbenihan Dapog, penggunan Biotara, pupuk berimbang, teknologi tata air mikro satu arah, pengendalian HPT, aplikasi MOL, penggunaan  alsintan sehingga produksi mencapai 6 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP). Selanjutnya, upaya diseminasi dilakukan 2018 melalui temu teknologi mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke Desa/Gapoktan, kegiatan of farm lainnya seperti pembuatan leaflet, brosur dan seminar diselenggarakan untuk menyebarkan komponen inovasi teknologi tersebut ke strakeholders lainnya. 

Percepatan diseminasi JSPS secara on farm dilakukan di Desa Karya Bakti, Kelompok tani Karya Baru, melibatkan delapan petani kooperator luas demplot pengkajian 7 hektare pada skala hamparan  lebih dari 50 hektare. Tanam perdana saat Temu Lapang dilakukan Selasa, 6 November 2018, melibatkan institusi dan kelompok tani Kecamatan Rantau Rasau.  Kabid Pangan, mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Tanjung Jabung Timur Ir. Mahmud, mengucapkan terima kasih karena Kab. Tanjabtim ditunjuk sebagai lokasi kegiatan Teknologi Jarwo Super di Lahan Pasang Surut. Kegiatan yang dilakukan oleh BPTP Jambi ini dilakukan dengan inovasi teknologi dan diharapkan provitas lebih tinggi dan bisa mencapai 7 ton.

"Diharapkan juga agar teman-teman dari UPTD dan penyuluh membantu secara optimal pelaksanaan kegiatan ini," katanya.

DTPH dan Pemkab Tanjabtim sangat mendukung kegiatan ini. Petani juga diminta ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Peneliti sekaligus Penanggung jawab Kegiatan Dr. Salwati SP, M.Si. pada kesempatan ini menerangkan tentang pemilihan lokasi demplot kegiatan, jalannya kegiatan, harapan dan kendala kegiatan serta upaya mengatasinya. Peserta tanam perdana ini mencapai 80 orang.
Upaya kegiatan on farm selanjutnya pada Senin, 19 November 2018, dalam rangkaian desiminasi, dilakukan Sekolah Lapang (SL) yang melibatkan 30 perserta kelompok tani Karya Baru dan sekitarnya. Kegiatan langsung dilakukan di lapangan dengan materi: persiapan dan pengolahan lahan pasang surut, tata air mikro, pemupukan dan pupuk organik/Biotara, perbenihan, pengendalian hama/penyakit dan praktek tanam menggunakan jarwo transplanter.  Nara sumber dalam kegiatan SL tersebut: Dr. Salwati, SP., MSi, Dr. Desi Hernita SP., MSi, Zulhefni AMd dan Dr. Lutfi Izhar, SP., MSc. Kegiatan SL akan terus dilanjutkan pada musim tanam dengan materi yang disesuaikan perkembangan tanaman padi di lahan pasang surut tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)