logo rilis
Akibat Narkoba, Ekonomi Masyarakat Rugi Rp74,4 T
Kontributor
Afid Baroroh
20 Maret 2018, 22:16 WIB
Akibat Narkoba, Ekonomi Masyarakat Rugi Rp74,4 T
Narkoba Jenis Sabu. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Peredaran narkoba di Indonesia sudah masuk kategori darurat. Bahkan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah masuk kategori kejahatan yang parah.

"Kita prihatin pemakaian narkoba begitu luar biasanya. Indonesia adalah pasar yang sangat krusial. Sebanyak 3,3 juta penduduk Indonesia sampai lebih dari 5 juta mengkonsumsi narkoba. Estimasi kerugian ekonomi dari narkoba adalah Rp 74,4 triliun," kata anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, di Jakarta, Selasa (20/3/2018). 

Oleh karena itu, dia ingin menggugah masyarakat bahwa kejahatan narkoba ini harus disikapi dengan serius. Jika tidak, maka bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia bisa jadi 'ladang emas' peredaran narkoba. 

"Yang sangat produktif 24-30 tahun. Bayangkan jika tidak terlena narkoba, bonus demografi kita menjadi kekuatan dalam menandingi masyarakat Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Cina," ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut. 

Arteria mengungkapkan, data yang diperoleh Komisi III DPR, pemakai narkoba terhitung sangat aktif. Di Indonesia, sedikitnya 1,4 juta orang teridentifikasi pemakai narkoba. 

"Pecandu aktifnya sekitar 943 ribu orang dan yang mencoba memakai antara 1,6 juta–2 juta orang," tukasnya.  

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)