logo rilis
Akhirnya, Mantan Dirut Garuda Indonesia Dipanggil KPK Lagi 
Kontributor
Tari Oktaviani
16 April 2018, 11:54 WIB
Akhirnya, Mantan Dirut Garuda Indonesia Dipanggil KPK Lagi 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar akhirnya dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 pada Garuda Indonesia untuk periode 2004-2015. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya yakni mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo (SS).

"Untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar) diperiksa sebagai Saksi untuk SS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (16/4/2018).

Selain Emirsyah, penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya, yaitu pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia Capt. Agus Wahjudo dan Dwiningsih Haryanti Putri dari pihak swasta. Mereka berdua diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah.

"Mereka menjadi saksi tersangka ESA," tutur Febri.

Dalam beberapa kali pemeriksaan, KPK fokus mendalami peran PT Mugi Rekso Abadi, yang dikendalikan Soetikno dalam pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 untuk perusahaan negara tersebut.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) pada periode 2004-2015.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno.

Editor: Elvi R


komentar (0)