Home » Peristiwa » Nasional

Akbar Tandjung: Kenapa Bukan Idrus Marham yang Tanda Tangan?

print this page Minggu, 10/12/2017 | 21:40

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung heran dengan terbitnya surat penunjukan Aziz Syamsudin menjadi Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto. 

Sebab, dalam surat tersebut ditandatangani Novanto sebagai ketua umum. Padahal, Ia sudah tak aktif lagi menjabat semenjak dipenjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kan Plt (pelaksana tugas) sudah Idrus. Kenapa bukan idrus? Kalau memang betul-betul ditetapkan sebagai Plt, seharusnya yang tanda tangan itu pak Plt itu, Idrus itu," katanya di Hotel Manhattan Jakarta, Minggu (10/12/2017).

Akbar pun kemudian meminta agar para internal Golkar berbesar hati untuk menuruti permintaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar. Pasalnya, DPD I dan II menginginkan pergantian ketua umum dipilih melalui munaslub partai, bukan dengan penunjukan langsung.

"Saya berpendapat sebaiknya tentu didengar pendapat dari para anggota  dewan dari partai Golkar untuk menetapkan sebagai Ketua. Saya juga dulu saat menjadi ketua umum memberi masukan-masukan bagi anggota dewan," tuturnya.

Sebelumnya, Setya Novanto dikabarkan mundur dan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR. Hal ini tersiar dari surat pengunduran dirinya yang dikirimnya ke Ketua Fraksi Partai Golkar Robert J Kardinal beberapa waktu lalu. 

Surat tersebut beredar di kalangan media. Dalam surat itu jelas tanda tangan atas nama Setya Novanto sebagai Ketua Partai Golkar dan Idrus Marham sebagai sekjennya.

Padahal, jabatan Ketua Umum Partai Golkar tak lagi disandang oleh Novanto dan telah beralih ke Idrus Marham sebagai Plt ketua umum.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Syahrul Munir

Tags:

Ketua DPRAziz SyamsudinSetya NovantoAkbar TandjungPelaksana TugasKetua UmumPartai GolkarIdrus Marham