logo rilis

Akademisi Dukung Langkah Pemerintah Kendalikan Impor Pangan
Kontributor

03 November 2017, 19:59 WIB
 Akademisi Dukung Langkah Pemerintah Kendalikan Impor Pangan
Institut Pertanian Bogor. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bogor– Akademisi Insitut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mendukung langkah pemerintah yang mengendalikan impor sektor agraria kala mencapai swasembada. Sebab, kebijakan itu mencerminkan kedaulatan negara.

"Indonesia memiliki penduduk 262 juta jiwa. Membutuhkan pangan yang amat banyak. Ketergantungan pada impor pangan, berisiko besar terhadap ketahanan pangan dan akan mengancam kedaulatan kebijakan pangan NKRI," ujarnya di Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/11/2017).

Apalagi, ungkap Gandhi, mandiri dan berdaulat di sektor pertanian merupakan amanat undang-undang. Petani Indonesia pun jumlahnya signifikan. Sehingga, perlu dilindungi sebagai bentuk keberpihakan pemerintah. 

"Sementara, masih ada sekitar 10 persen rakyat termasuk kategori konsumen pangan miskin," tambahnya.

Karenanya, dia tak sependapat dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, ihwal pembatasan impor pangan dan pertanian dari Negeri Paman Sam ke tanah air.

"Ini bukan semata soal kerja sama ekspor-impor yang saling menguntungkan. Tetapi terkait yang lebih luas, yaitu ketahanan dan kedaulatan pangan," tegasnya.

Dosen Departemen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan IPB itu juga mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan demi kemandirian dan kedaulatan bangsa. Upaya tersebut harus dilakukan dengan melindungi serta menyejahterakan petani dan rakyat.

Meski demikian, Gandhi sepakat dengan Donovan, jangan sekadar fokus pada peningkatan produksi semata. Namun, turut menggenjot penelitian dan pengembangan guna meningkatkan produktivitas, membenahi infrastruktur, serta pendampingan kepada petani.

Katanya, saran tersebut sejalan dengan program yang telah dilakukan pemerintah. Yakni, membangun infrastruktur air dan lahan, mekanisasi, serta penemuan teknologi benih dan rekayasa teknik budidaya.

"Hasil dari kebijakan pemerintah itu terlihat dari peningkatan swasembada sejumlah komoditas strategis beriringan denngan kesejahteraan petani yang membaik, karena nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petanni (NTUP) trennya cenderung positif," tandas Gandhi.


#pembatasan impor
#kedaulatan pangan
#swasembada pangan
#pengendalian impor pangan
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)