logo rilis

AK Gani, 'Raja Penyelundupan' yang Terlupakan
Kontributor
Redaksi
17 September 2018, 17:53 WIB
AK Gani, 'Raja Penyelundupan' yang Terlupakan
FOTO: Istimewa

Oleh Rikardo Loi
Ketua DPP GMNI Bidang Pembangunan Perbatasan dan Kepulauan

Nama Mayor Jenderal (pur) Adnan Kapau (AK) Gani sayup-sayup terdengar di kalangan masyarakat. Gubernur pertama Sumatera Selatan yang dulunya Sumbangsel itu nyaris tidak ada khalayak yang mengetahui bahwa beliau adalah Pahlawan Nasional.

Pada acara peringatan ulang tahun AK Gani yang diselenggarakan keluarga pada 16 September 2018, bahkan tidak ada satu orang perwakilan dari pemerintah yang terlihat. Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau, Rikek, sangat menyangkan hal ini. 

"Nama AK Gani seakan ditiadakan. Beliau ini Pahlawan Nasional, gubernur pertama Sumbagsel tapi tidak ada satu penghargaan dari pemerintah Provinsi Sumsel. Saya menangis ketika melihat keluarga AK Gani menggelar peringatan ulang tahun beliau di makam pahlawan kemarin," ujar Rikek.

Museum AK Gani juga sampai saat ini luput dari perhatian pemeritah. Hanya keluarga yang mengurus alakadarnya. Keluarga telah mengajukan museum tersebut sebagai cagar budaya dan nama AK Gani dijadikan nama jalan tol Palembang dan nama Bandara Silampari, namun pemerintah tidak menggubrisnya. 

Pemerintah kemana? Soekarno pernah mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Nah, apakah kita bangsa yang kecil?

Seperti disitat dari merdeka.com, AK Gani berjasa dalam aksi-aksi penyelundupannya yang dapat menyelamatkan Indonesia dari embargo Belanda di awal kemerdekaan. Lewat Agresi Militer, Belanda kembali ingin menguasai sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera dan wilayah lain sehingga ibu kota negara pun harus pindah ke Yogyakarta.

Lewat aksi berani AK Gani dan sejumlah orang-orang berani lain berani menembus blokade militer Belanda. Risikonya sangat besar, pesawat atau kapal yang coba melewati blokade akan langsung ditembak jatuh atau ditenggelamkan. Paling ringan ditangkap dan seluruh muatan yang berharga disita Belanda.

AK Gani menyelundupkan minyak-minyak mentah, dan hasilnya digunakan untuk membiayai birokrasi pemerintahan, termasuk melengkapi senjata militer. Tujuannya buat berjaga-jaga, bersiap menghadapi kemungkinan Belanda menyerang lagi. Berkat Gani militer Indonesia kala itu memiliki seragam dan senjata, hasil selundupan.

Tak cuma itu, AK Gani juga menyelundupkan aneka hasil bumi ke Singapura. Bahan mentah seperti karet, kemudian ditukar amuninisi, tekstil dan obat-obatan. Dia juga yang membawa emas dan perak sumbangan dari rakyat Indonesia ke luar negeri untuk kemudian ditukar dengan bahan makanan dan senjata.

"Orang yang menyelundupkan perdagangan emas dan perak itu juga menyelundupkan 8.000 ton karet adalah Dr AK Gani. Belanda memberinya julukan raja penyelundup tapi rakyat Indonesia mengenalnya sebagai menteri perekonomian," puji Soekarno dalam biografinya, Penyambung Lidah Rakyat.

Salah satu keluarga AK Gani, Yanti Gani menyebutkan bahwa selama ini tidak ada peran dari pemerintah dalam penanganan terhada jasa pahlawan dan keluarganya. Mungkin nasib serupa dialami para pahlawan lain termasuk keluargaya.

Sudah saatnya, pemerintah pusat dan juga daerah memberikan penghargaan kepada keluarga pahlawan termasuk memberikan perhatian kepada warisan dan peninggalannya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)