logo rilis
Ajukan CT Jadi Cawapres Jokowi Dinilai Bagian Strategi Demokrat
Kontributor
Nailin In Saroh
16 April 2018, 15:04 WIB
Ajukan CT Jadi Cawapres Jokowi Dinilai Bagian Strategi Demokrat
Chairul Tanjung. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrat diprediksi akan mengusung nama Chairul Tanjung alias CT untuk menjadi calon wakil Presiden (cawapres) Jokowi di Pilpres 2019. Figurnya dinilai lebih terbuka daripada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai wajar Demokrat mengajukan Chairul Tanjung daripada AhY. Sebab, partai berlambang mercy itu tengah berhasrat berada dalam lingkaran kekuasaan.

"Sah-sah saja manuver strategi. Bagi saya Demokrat ini pragmatis, dalam artian tidak peduli apakah kader, yang penting mampu menjadi bagian dari rencana strategi Pak Jokowi," ujar Adi saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Chairul Tanjung, lanjutnya, dianggap mempuni dan seimbang jika disandingkan dengan Jokowi. Meskipun bukan putra mahkota, yang terpenting Demokrat bisa menjadi bagian dari Jokowi.

"Ini kan strategi saja, agar Demokrat bisa menjadi bagian dari Jokowi," ketusnya.

Alasan lainnya, karena Demokrat selama empat tahun belakangan sudah berada di posisi tengah, tidak berkoalisi maupun oposisi. Hal itu yang kemudian tidak menguntungkan bagi elektabilitas Demokrat, bahkan cenderung stagnan.

"Jadi 2019, Demokrat tidak mau konyol. Dia harus menjadi bagian istana. Jadi wajar kalau banyak manuver politik yang dia lakukan. Seperti nyuruh AHY ke istana biar Demokrat bisa diterima dengan baik," papar Adi.

Lantas bagaimana nasib putra mahkota? Adi mengatakan, Demokrat tengah memutar otak asal partainya mendapat posisi strategis di lingkar istana. Sehingga, CT yang memiliki kedekatan dengan Jokowi diyakini mampu mengisi posisi RI 2.

"Sepertinya memang Demokrat diterima dan AHY pun diminati. AHY dianggap sebagai pendatang baru yang punya posisi tawar. Tapi kemudian Demokrat memutar strategi kalau ada cawapres lain yang diusung, seperti CT," bebernya.

Meskipun karpet merah hanya diberikan kepada AHY, tapi Demokrat melakukan lompatan politik yang lebih bisa diterima Jokowi. Sebab, putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono itu belum memiliki prestasi politik.

"Tapi bahwa CT memiliki kedekatan dengan Jokowi cukup lama. Itu tidak bisa dipungkiri, jadi kalau memang betul yang ditawarkan adalah CT ke Jokowi. Ini adalah jumping politik Demokrat," tuturnya.

"Jadi dia (Demokrat) tidak peduli kader lagi,  hanya untuk kekuasaan politik semata aja. Demokrat harus mengorbankan putra mahkota yang sudah lama demi politik kekuasaan," tambahnya.

Editor: Sukma Alam


komentar (0)