logo rilis
Ajudan Setya Novanto Ungkap Informasi Baru soal Fortuner Tabrak Tiang
Kontributor
Tari Oktaviani
19 Januari 2018, 19:32 WIB
Ajudan Setya Novanto Ungkap Informasi Baru soal Fortuner Tabrak Tiang
Peserta aksi mengenakan topeng berwajah Setya Novanto dengan memegang Bakpao di dahinya. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, penyidik mendapatkan informasi baru seputar kecelakaan yang menimpa mantan Ketua DPR RI Setya Novanto pada pertengahan November 2017. Saat itu, Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, harus dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, lantaran mobil Fortuner yang ditumpanginya menabrak tiang jalan penerangan umum (JPU).

"Dari saksi Reza (Reza Pahlevi) kita dapat informasi kronologis tentang peristiwa saat kecelakaan tersebut," katanya di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Kendati begitu, Febri enggan membeberkan informasi apa yang disampaikan anggota kepolisian yang juga ajudan Setya Novanto itu. Yang jelas, penyidik, ujar Febri, sedang mencocokan keterangan Reza dengan keterangan saksi lainnya.

"Teknisnya tidak bisa disampaikan apa saja informasi secara rinci yang disampaikan di pemeriksaan kemarin. Tentu kita lihat, dan kaji proses peristiwanya, kita lihat kesesuaiannya," sebutnya.

Sebelumnya, KPK memeriksa AKP Reza Pahlevi sebagai saksi dalam kasus dugaan merintangi proses penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Meskipun rencana pemeriksaan itu sempat menimbulkan perdebatan, mengingat ada kesepakatan antara KPK dan Polri, pada akhirnya Reza dapat diperiksa penyidik KPK di gedungnya.

"Dari hasil koordinasi dengan Polri, prinsipnya ada kesepahaman bahwa penanganan kasus korupsi tentu perlu didukung, termasuk kebutuhan pemeriksaan sebagai saksi. Kami hargai proses koordinasi yang sudah dilakukan ini," ungkap Febri.

KPK memanggil ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pahlevi, beberapa hari lalu. Namun, yang bersangkutan tidak datang.


Tags
#KPK
#Setya Novanto
#Korupsi e-KTP
#e-KTP
#Reza Pahlevi
500
komentar (0)