logo rilis
Airlangga Tegaskan Sudah Tawari Jabatan untuk Loyalis Bamsoet
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
28 November 2019, 18:30 WIB
Airlangga Tegaskan Sudah Tawari Jabatan untuk Loyalis Bamsoet
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengaku sudah menawarkan jabatan kepada tiga dari lima loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) terkait persaingan keduanya untuk menduduki kursi pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Tiga dari lima sudah ditawari jabatan, yang satu komisinya sudah dipenuhi, yang dua (orang) ditawarkan (tapi) tidak bersedia, yang satu (orang) lagi pikir-pikir mungkin masih menimbang," kata Airlangga Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar rencananya akan berlangsung pada 4-6 Desember 2019 untuk memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Menurut dia, posisi yang ia tawarkan pada loyalis Bamsoet itu strategis.

"Posisinya top banget," ujar Airlangga.

Tawaran jabatan itu, menurut dia, juga diketahui Ketua Koordinator Bidang Perempuan, Pemuda, dan Inovasi Sosial Partai Golkar, Agus Gumiwang.

Airlangga mengatakan Agus menyimpan catatan lobi-lobi ini.

"Ada di Pak Menperin (Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang). Ada catatannya masih lengkap," ungkap Airlangga.

Sementara itu, Agus Gumiwang menjelaskan, Airlangga dan Bamsoet pernah bertemu dan sepakat ada pemberian jabatan kepada tiga orang. Belakangan Bamsoet menghubungi Agus untuk meminta jabatan bagi dua orang loyalisnya lagi.

"Ada pertemuan antara Pak Airlangga dan Pak Bamsoet yang menyepakati komitmen, yang dua lagi tambahan langsung dari Pak Bamsoet kepada saya melalui telepon. Jadi cuma lima yang dititipkan," kata dia.

Selaku Ketua Koordinator Bidang Perempuan, Pemuda, dan Inovasi Sosial Partai Golkar, lanjut Agus, Bamsoet melanggar komitmennya kepada Airlangga jika maju di pemilihan ketua umum dalam munas.

Belakangan juga beredar video yang menayangkan dukungan Bamsoet kepada Airlangga agar terpilih lagi menjadi ketua umum.

"Memang (video itu) benar, itu bukan fiktif, enggak dikreasi. Itu kejadian sesungguhnya," jelasnya. 

Ia mengatakan, pernyataan Bamsoet yang mendukung Airlangga adalah bentuk komunikasi politik antara dua kubu.

"Itu, kan, salah satu upaya kami untuk melakukan proses negosiasi, komunikasi politik antara Pak Airlangga dengan Pak Bamsoet dan itu hasil dari negosiasi dan merupakan komitmen di mata saya," ungkap dia.

Pendaftaran bakal calon ketua umum DPP Partai Golkar sudah dibuka hari ini hingga 2 Desember 2019.

Sejauh ini, calon yang menyatakan akan maju menantang Airlangga Hartarto di Munas Golkar adalah Soesatyo, Indra Bambang Utoyo, dan Agun Gunandjar. Adapula nama-nama seperti Ridwan Hisjam yang disebut-sebut juga akan maju.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID