logo rilis
Airlangga: Pondok Pesantren Mendukung Revolusi Industri 4.0
Kontributor
Fatah H Sidik
12 Mei 2018, 22:37 WIB
Airlangga: Pondok Pesantren Mendukung Revolusi Industri 4.0
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Pasuruan— Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyatakan, pondok pesantren (ponpes) memiliki potensi dalam mendukung revolusi industri 4.0. Sebab, mempunyai potensi menciptakan wirausaha baru serta menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

"Ini tentu anugerah dari Allah yang harus kita syukuri bersama. Potensi kita sangatlah besar dengan ditopang oleh banyaknya kampus dan pesantren di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia," ujarnya saat mendampingi Presiden Joko Widodo ke Ponpes Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2018).

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menambahkan, Kemenperin sedang gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di lingkungan pesantren. Program bernama "Santripreneur".

Airlangga berkeyakinan, santri mampu menjadi agen perubahan strategis dalam membangun perekonomian di masa mendatang. Alasannya, era digital terus berkembang.

"Untuk itu, santri harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, baik agama maupun wirausaha. Mereka yang mayoritas generasi milenial, juga perlu menguasai teknologi terkini," sarannya.

Apalagi, lanjut dia, Indonesia akan menikmati bonus demografi sampai 10 tahun ke depan. Pada saat itu, usia produktif, 15-64 tahun, mencapai 70 persen.

Untuk mendukung revolusi industri 4.0, Kemenperin pun mendukung pengembangan IKM nasional di era ekonomi digital. Misalnya, membangun platform e-commerce, e-Smart IKM.

"Kami telah kerja sama dengan sejumlah market place dalam negeri untuk memberikan workshop e-Smart IKM ke beberapa daerah di Indonesia. Adik-adik para santri juga harus memanfaatkan peluang ini," imbaunya.

Sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Kemenperin menargetkan partisipasi mencapai 10 ribu IKM pada 2019.

"Kami juga akan membangun sentra-sentra teknologi dalam rangka meningkatkan akses IKM terhadap akuisisi teknologi, dan memberikan dukungan mentoring untuk mendorong inovasi," tutup Airlangga.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)