logo rilis
Airlangga: Jokowi Cukup Nyaman dengan Kader Golkar
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Maret 2018, 18:14 WIB
Airlangga: Jokowi Cukup Nyaman dengan Kader Golkar
Menteri Sosial Idrus Marham, bersalaman dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar, di Jakarta, Kamis (22/3/2018). Rakernas Partai Golkar 2018 membahas strategi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 yang mencalonkan kembali Joko Widodo sebagai Presiden dua periode. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Golkar yang digelar hari ini di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Rakernas tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

Airlangga menegaskan, Partai Golkar solid mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang. Ia mengklaim, Jokowi memiliki kenyamanan dipasangkan dengan kader Golkar selama menjalankan pemerintahan.

"Jokowi sudah final kita dorong periode kedua. Hari ini berpasangan dengan kader Golkar, selama ini cukup nyaman berpasangam dengan kader Golkar," ujar Airlangga dalam sambutannya, Kamis (22/3/2018).

Airlangga mengaku, sudah ada pembicaraan dengan parpol pendukung presiden untuk menjalankan politik secara bersama-sama. Ia juga memaparkan partainya memiliki banyak sumber daya manusia yang mumpuni dalam membantu kerja presiden. Namun, untuk cawapres pendamping Jokow,i ia belum bisa mengungkapkannya.

"Saya yakin apa yang ingin dicapai bisa dilakukan. Apalagi sekarang tengah menjalankan infrastruktur. Kita banyak SDM, ada menteri, bekas menteri gubernur, bupati. Sehingga pada saat kita butuhkan sumber daya manusia, Golkar tempatnya manusia kompeten itu berada," beber dia.

Menteri Perindustrian ini mengingatkan, agar semua kader bisa bergotong royong memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kedepan Pileg dan Pilpres wajib hukumnya kita menangkan. Sehingga presiden bisa lanjut dua kali," tandasnya.

Editor: Taufiqurrohman


500
komentar (0)