logo rilis
Ahmad Muzani: Semoga Badan Siber Tidak Membuat Rakyat Takut
Kontributor
Zul Sikumbang
05 Januari 2018, 18:47 WIB
Ahmad Muzani: Semoga Badan Siber Tidak Membuat Rakyat Takut
ILUSTRASI: RILIS.ID/ Hafidz Faza

PRESIDEN Jokowi membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berharap BSSN tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu apalagi untuk kepentingan politik.

Menariknya, Kepala BSSN Djoko Setiadi hanya berselang beberapa menit selepas dilantik langsung mengeluarkan pernyataan kontroversial dan langsung mewabah (viral) di media sosial. "Tentu hoaks ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa Indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoaks itu hoaks membangun ya silakan saja," demikian pernyataan yang mengundang cibiran itu. Menyadari pernyataannya 'bermasalah', Djoko langsung meminta maaf.

Baca Juga

Untuk membahas peran BSSN dan kemungkinan lembaga di bawah presiden ini ke depan, berikut petikan wawancara wartawan rilis.id Zul Sikumbang dengan Ahmad Muzadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Tanggapan Anda soal hoaks positif dan negatif dan tak masalah hoaks asal membangun? 

Di mana-mana, hoaks itu merusak tatanan pemerintahan. Merusak cara berpikir.  Tugas BSSN adalah bagaimana tata berfikir lewat jejaring media lebih konstruktif dan sehat. Yang harus dihindari adalah memasung kebebasan, memasung keberanian, memasung kreativitas dan kemudian menyuburkan ketakutan.  Itu yang harus dihindari sehingga BSSN bukan alat yang menakut-nakuti masyarakat. 

Pembentukan BSSN dari awal sudah bermasalah, struktur, ketua dan sebagainya belum ada tapi anggaran sudah masuk dalam APBN 2018?

Pembentukan BSSN itu di tengah badan yang lain belum maksimal atau belum berfungsi sebagaimana harusnya. Polisi punya badan siber, kejaksaan, TNI, BIN juga punya badan siber. Badan siber yang dibentuk sekarang ini apa? Kalau begitu bagusnya badan siber yang lain dilebur jadi satu sehingga tidak tumpang tindih baik dalam kerja maupun pembiayaan. 

Apakah pantas BSSN di bawah Presiden? 

Itu kewenangan presiden. Tapi masalahnya hampir di semua lembaga atau kementerian sudah ada lembaga yang sama.  Bagusnya dilebur saja. 

Kira-kira seperti apa motif pembentukan BSSN alasannya berada di bawah Presiden?
 
Mudah-mudahan tidak jadi alat bagi kekuasaan untuk melakukan pengamanan-pengamanan. Tapi untuk kepentingan negara dan bangsa. Karena itu BSSN harus diperuntukkan untuk menata ulang arus komunikasi lewat media-media. 

Pembentukan BSSN bertepatan dengan tahun 2018, penilaian Anda?

Mudah-mudahan tidak dijadikan alat tapi hanya cara pemerintah menata ulang arus komunikasi dan informasi lewat media-media.

Tadi Anda katakan asal jangan dijadikan alat, maksudnya?

Tidak menimbulkan ketakutan, tidak menimbulkan was-was, tidak membunuh kreativitas dan kebaikan karena keberanian berawal dari kreativitas dan kreativitas bagian dari cara berpikir.

Apakah mungkin pembentukan BSSN karena pemerintah sering dihujat? 

Saya tidak tahu apa latar belakang pembentukan BSSN. Tapi sekali lagi yang ditangkap masyarakat, ujaran kebencian diterapkan secara pilih kasih.  Di satu sisi ada orang yang melakukan ujaran kebencian, tidak diapa-apain. Tapi di satu sisi,  ada yang ditangkap dan dipenjara. Kemudian rakyat menilai, kok gini cara penerapan hukum dalam hal ujaran kebencian.


#bssn
#presiden
#ahmad muzani
#hoaks
500
komentar (0)