logo rilis

Ahli: Permohonan Praperadilan Bos SGC Langgar Norma Hukum
Kontributor

12 Januari 2018, 22:02 WIB
Ahli: Permohonan Praperadilan Bos SGC Langgar Norma Hukum
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf (Sugar Group Companies) melawan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri (termohon) dengan agenda pemeriksaan ahli dari termohon, Jumat (12/1/2018).

Ahli Hukum Pidana Universitas Parahiyangan (Unpar), Bandung, Djisman Samosir, menilai, gugatan praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf tersebut melanggar, atau bertabrakan dengan norma hukum yang berlaku di Indonesia.

"Ya, kalau menurut saya tidak berdasarkan hukum, tidak boleh bicara rasa keadilan. Karena rasa keadilan itu kan sangat subjektif, dan universal, adil buat Anda, ya, tidak adil buat saya. Tapi hukum itu (hukum positif) berlaku universal, di mana pun itu berlaku," kata Djisman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gunawan diketahui mengajukan praperadilan ke PN Jaksel, terkait kasus dugaan sengketa lahan di Lampung, beberapa waktu lalu. Dia menggugat penyidikan yang dilakukan Dittipidum Bareskri).

Djisman menjelaskan yang menjadi persoalan utama gugatan praperadilan ini adalah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik ) yang dikeluarkan Bareskrim Polri, padahal yang mengajukan praperadilan yakni Gunawan masih sebagai terlapor statusnya.

"Pelapor atau terlapor itu tidak boleh (gugat praperadilan), karena tidak diatur dalam KUHAP. Jadi, kalau masih Sprindik diajukan praperadilan itu bertentangan dengan KUHAP," ujarnya.

Menurut dia, dalam KUHAP diatur Pasal 79 bahwa yang boleh mengajukan praperadilan adalah tersangka, keluarga atau kuasanya. Maka, tidak ada dalam KUHAP disebutkan terlapor untuk mengajukan gugatan praperadilan.

"Syarat praperadilan sudah jelas saya bilang di situ, salah tahan, salah tangkap, penghentian penyidikan, penghentian penuntutan dan ganti rugi. Itu syaratnya untuk bisa mengajukan praperadilan," jelas dia.


#SGC
#Sugar Group Company
#Sengketa Lahan
#Konflik Tanah
#Bareskrim
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)