Home » Inspirasi » Wawancara

Agung Laksono: Golkar Tak Akan Keluar dari Pansus Angket KPK

print this page Jumat, 13/10/2017 | 11:14

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

PRO-KONTRA mulai terlihat di internal Partai Golkar terkait keberadaan Pansus Hak Angket KPK. Setidaknya, dua fungsionaris DPP Partai Golkar, Nusron Wahid dan Andi Sinulingga, mulai membuka usulan agar partai beringin ini keluar dari Pansus.

Nusron Wahid menilai, keberadaan Pansus Hak Angket KPK dinilai tidak ada manfaatnya bagi cita-cita dan misi dari Partai Golkar dalam rangka menciptakan clean government dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, apa pun yang terjadi, termasuk terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Pansus Hak Angket KPK ini menjadi antitesis terhadap pemberantasan korupsi.

“Kalau ada terus, akan makin menunjukkan kemenangan koruptor. Dan itu identik dengan pelemahan KPK,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah I (Jawa dan Sumatera) itu.

Ia juga beralasan, rakyat menghendaki pemerintahan yang bersih. Dan terbukti, selama ada KPK, itu mampu meningkatkan pemerintahan yang bersih.

Sedangkan Ketua Pemenangan Pemilu Sumatera 1 DPP Partai Golkar Andi Sinulingga mengatakan, Golkar tidak boleh memosisikan dirinya berhadap-hadapan dengan kehendak rakyat, karena suara Golkar suara rakyat. Moto ini harus ditunjukkan dalam perilaku, tidak hanya sebatas slogan semata. Bahkan, ia pun mengingatkan agar keluarga besar Golkar untuk selalu menunjukkan diri sebagai partai antikorupsi.

Namun, berbeda dengan keduanya, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono justru menegaskan, Partai Golkar tidak akan keluar dari Pansus Hak Angket KPK. Menurutnya, pandangan yang disampaikan oleh Nusron Wahid dan Andi Sinulingga itu hanyalah pendapat pribadi, bukan keputusan partai.

Pagi ini, Jumat (13/10/2017), melalui sambungan seluler, repoter rilis.id Zulhefi Sikumbang berkesempatan mewawancarai Agung Laksono. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana tanggapan Anda soal wacana keluarnya Golkar dari Pansus Angket KPK?

Kami Dewan Pakar mengundang Agun Gunanjar dan ternyata banyak sekali langkah-langkah yang dilakukan KPK yang selama ini dianggap sebagai malaikat tidak sesuai dengan prosedur. Kesalahan-kesalahan KPK dibuka semua oleh Pansus.

Kenapa ada usulan dari internal Golkar untuk keluar dari Pansus Angket KPK padahal Agun sudah jelaskan?

Tidak ada rencana keluar dari Pansus Angket KPK.

Nusron Wahid dan Andi Sinulingga bilang akan keluar?

Itu kan pandangan pribadi, tidak ada keputusan partai.

Dengan keterangan Agun, Golkar tetap ada di Pansus Angket KPK?

Tetap di Pansus.

Ketua Umum Setya Novanto menanggapi wacana keluar dari Pansus Angket KPK bagaimana?

Fraksi-fraksi yang ada berpandangan bahwa Pansus ini harus bisa menyelesaikan tugasnya sampai pada waktunya, sampai pada kesimpulan. Kalau sekarang belum pada kesimpulan, tiba-tiba bubar, padahal tidak ada kesimpulan.

Jadi, Golkar tetap ada di Pansus. Pansus tidak untuk melemahkan tapi untuk memperkuat, memperbaiki sistem yang ada di KPK.

Setya Novanto setuju Golkar tetap di Pansus Angket KPK?

Tidak ada perintah untuk keluar dari Pansus atau memberhentikan Pansus.

Penulis Zulhefi Sikumbang
Editor Ahmad Fathoni

Tags:

Pansus Hak Angket KPKPartai GolkarAgung LaksonoWawancara

loading...