logo rilis
Agun Gunandjar Enggak Lelah Berkali-kali Diperiksa KPK soal e-KTP
Kontributor

04 Juni 2018, 15:19 WIB
Agun Gunandjar Enggak Lelah Berkali-kali Diperiksa KPK soal e-KTP
Agun Gunandjar Sudarsa. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa mengaku tak keberatan diperiksa berulang kali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Hal ini dikarenakan ia ingin agar perkara e-KTP cepat selesai hingga ke akarnya.

"Kalau saya masih akan terus ikut. Enggak akan ada istilah lelah buat saya di proses persidangan ini. Bolak-balik dipanggil buat saya kewajiban. Enggak ada istilah lelah," kata Agun di gedung KPK, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Ia berharap, agar perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun itu bisa segera tuntas. Menurutnya, perkara ini akan tuntas apabila semua pihak mau kooperatif dengan panggilan KPK.

Lebih jauh, politisi Golkar itu mengatakan, dirinya akan mengikuti kasus ini hingga bermuara di persidangan. Nantinya dalam sidang, ia akan menjelaskan yang ia ketahui kaitannya dengan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

"Dengarkan saja keterangan saya di bawah sumpah di pengadilan. Kan sudah saya katakan bahwa proses persidangan e-KTP kan sudah libatkan banyak pihak sebagai tersangka. Saya rasa yang terbaik kita tunggu gimana pengadilan menyampaikan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh siapapun," paparnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR kembali dipanggil penyidik KPK. Seperti hari ini ada empat orang politisi yang akan diperiksa KPK. Nama-nama beberapa anggota Dewan yang dipanggil pun bukanlah nama baru.

Mereka adalah mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Marcus Mekeng, mantan Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir, mantan Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa, dan mantan anggota Komisi II Khatibul Umam Wiranu.

"Keempatnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IHP (Irvanto Hendra Pambudi) dan MOM (Made Oka Masagung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (4/6/2018).

Keempatnya memenuhi panggilan KPK. Khatibul Umam Datang paling pertama. Lalu tak lama, Agun datang disusul Mirwan Amir yang tiba di markas antirasuah. Tak berselang lama Mekeng juga tiba di Gedung KPK. Tak ada komentar apapun dari keempatnya.

Sebelumnya nama keempatnya sering disebut dalam persidangan ikut menerima uang dari proyek e-KTP. Dari kesaksian Irvanto, Mekeng disebut menerima US$1 juta dan Agun sebesar US$1,5 juta.

Sementara itu, dalam dakwaan mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, Mirwan disebut menerima US$1,2 juta dan Khatibul sebesar US$400 ribu.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID