logo rilis

Afi Nihaya 'Berkoar' Lagi, Maki Atlet Judo Miftahul Jannah
Kontributor
Ning Triasih
11 Oktober 2018, 19:02 WIB
Afi Nihaya 'Berkoar' Lagi, Maki Atlet Judo Miftahul Jannah
Afi Nihaya dan Miftahul Jannah. FOTO: Kolase Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Masih ingat sosok Afi Nihaya Faradisa, gadis yang namanya sempat melejit gara-gara tulisannya soal toleransi dan keberagaman Indonesia yang diunggah di media sosial?

Ya, berkat tulisan-tulisannya tersebut, Afi Nihaya langsung jadi puja-puji berbagai kalangan, termasuk para politisi. Kala itu, ia dianggap sebagai remaja berpemikiran cerdas dan tegas serta berani dalam mengutarakan gagasannya. Alhasil, banyak stasiun televisi mengundangnya dalam sebuah acara bincang-bincang. Bahkan, ia juga sempat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Setelah sempat disanjung, dikritik, dicaci karena kasus plagiat, hingga menghilang bak ditelan bumi, kini sosoknya kembali meramaikan jagat maya. Lagi-lagi terkait statusnya di Facebook.

Baru-baru ini, Afi yang diketahui sudah duduk di bangku kuliah jurusan Psikologi di Yogyakarta ini kembali menulis status di Facebook yang mengundang kontroversi. Pasalnya, dalam tulisannya tersebut, ia mencaci dan memojokkan Atlet Judo Miftahul Jannah soal aksinya yak tak mau melepas hijab di Asian Para Games 2018 hingga didiskualifikasi.

Pengamatan rilis.id melalui akun Facebook Afi Nihaya Faradisa, Kamis (11/10/2018), status Facebook dara kelahiran 23 Juli 1998 ini ditulis pada 9 Oktober 2018 lalu, mengomentari pemberitaan di sebuah media daring berjudul "Sudah Tahu Hijab Dilarang, Jannah Ingin Dobrak Aturan".

Ada delapan poin yang ditulis Afi dalam statusnya di Facebook tersebut. Isinya cukup menohok dan menyudutkan atlet tunanetra tersebut, mulai dari menyebut Jannah ingin bunuh diri dan menabrak aturan, mencari sensasi, hingga menuding telah merebut hak atlet-atlet potensial lain.

Berikut isi tulisan Afi Nihaya di Facebook yang menyudutkan Atlet Judo Miftahul Jannah:

"1. Anda ingin bunuh diri, Mbak? Awalnya saya salut dengan Anda karena mengira Anda tidak tahu apa-apa soal peraturan. Eh ternyata Anda sudah tahu dari awal tapi ngeyel. Entah karena apa. Saya kecewa.

2. Anda ingin mendobrak peraturan? Ya jangan saat sudah tanding, ikutlah kongres atau konferensi judo internasional lalu suarakan pendapat Anda. Jika Anda baru protes saat pertandingan akan dimulai, Anda tidak benar-benar ingin memperjuangkan jilbab, tapi hanya INGIN MENCARI POLEMIK, SENSASI, KISRUH, KERIBUTAN TIDAK JELAS.

3. Berjilbab adalah hak semua perempuan. Termasuk saya. Tapi, kalau Anda sudah tahu memang peraturannya gitu, Anda pikir semua orang di dunia ini harus menyuaikan diri dengan keyakinan Anda? Sorry ya, setahu saya muslim tidak boleh egois.

4. Anda telah merebut hak atlet-atlet potensial lain yang dapat berlaga untuk Indonesia. Jahat namanya.

5. Negara rugi berkali lipat karena peluang medali di nomor judo tersebut hilang.

6. Biaya yang telah dikeluarkan oleh negara untuk training, akomodasi, semuanya terbuang sia-sia. Dan biaya itu tidak sedikit, Mbak! Uang rakyat dan kesempatan dari pemerintah sampai Anda bisa tiba di arena pertandingan itu ada keringat bahkan darah dari bangsamu sendiri, dan Anda bersikap konyol, terlebih lagi Anda sudah tahu ada aturan itu.

7. Keributan tidak penting seperti ini mempengaruhi penilaian negara lain terhadap Indonesia "Atlet Indonesia kok gitu ya?"
Padahal kita sudah susah payah membangun image baik melalui Asian Games dan IMF. Bukan cuma Indonesia, Anda juga merusak image para atlet difabel yang banyak jadi inspirasi kemarin.

8. Jika memang sejak awal Anda bersikeras mempertahankan pendirian, pilihlah cabang olahraga lain yang sesuai dengan niatan Anda itu, sehingga tidak menyia-nyiakan usaha dan kesempatan yang sudah negara berikan kepada Anda untuk berprestasi.

Salam dari saya,
Seorang muslimah berjilbab
."


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)