logo rilis

Advokat Senior Ini Sebut Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
Kontributor
Tari Oktaviani
02 Juni 2018, 15:31 WIB
Advokat Senior Ini Sebut Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Advokat senior Maqdir Ismail mengatakan, korupsi bukan kejahatan luar biasa. Dia menilai, pandangan publik bahwa korupsi kejahatan luar biasa dikarenakan kejahatan tersebut dilakukan oleh pejabat negara.

"Korupsi lebih banyak pada kejahatan jabatan. Korupsi sebenarnya kejahatan biasa tapi dilakukan oleh pejabat sehingga karena kegeraman orang karena dilakukan pejabat maka ini seolah jadi susah diberantas. Jadi kita seperti mengesankan korupsi jadi kejahatan luar biasa," ungkap Maqdir dalam diskusi di Gado Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Dia pun menyoroti dengan apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, perlakuan KPK terhadap penegakan hukum terkait korupsi tak memperhatikan aspek keadilan. Pasalnya, sebelum orang terbukti melakukan korupsi di pengadilan, KPK sudah lebih dulu menyebut namanya terbukti secara bersama-sama dengan terdakwa lain.

"Perlu dapat perhatian dari DPR terkait perbuatan bersama-sama. Orang boleh dianggap bersama-sama apabila ada bukti. Ini yang ada, orang belum jadi tersangka tapi sudah jadi terdakwa di perkara lain," ungkapnya.

Untuk itu, dia menyebut setelah KUHP selesai direvisi maka yang perlu dilakukan segera ialah merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurutnya, kodifikasi hukum memang perlu dilakukan untuk mengatur ulang semua aspek keadilan.

"Maka hukum acara harus diperbaiki segera. Jadi menurut hemat saya kodifikasi diperlukan. Pasal-pasal yang sudah masuk ke kitab pokok ini memang tidak perlu diatur lagi di UU lain. Tetap mereka laksanakan kewajiban mereka tp mereka gunakan hukum pidana yang besar ini sehingga jadi satu kesatuan," tutupnya.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)