Home » Peristiwa » Nasional

Ada Praktik Kotor di Pilkada, Begini Menangkalnya

print this page Sabtu, 30/12/2017 | 21:26

Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILIS.ID/Andi Mohammad Ikhbal.

RILIS.ID, Jakarta—  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar masyarakat aktif dalam memantau jalannya Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah. Sebab, semua daerah tetap dinilai berpotensi rawan.

"Semua daerah berpotensi rawan sehingga jangan lengah dalam melakukan antisipasi," kata Mendagri Tjahjo, Sabtu (30/12/2017).

Diperlukan ketegasan aparat penegak hukum menindak pelakunya. Tapi, yang tak kalah penting juga adalah peran aktif masyarakat memerangi hoaks, ujaran kebencian, fitnah, termasuk politik uang. 

"Lalu, yang tak kalah penting adalah ketegasan terhadap mereka yang nyata-nyata ingin merusak pesta demokrasi," ujarnya.

Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, kata Tjahjo bisa jadi contohnya. Pemilihan di ibukota, begitu gaduh. Tidak hanya itu, ujaran kebencian, fitnah dan hoax pun bertebaran. 

"Hiruk pikuk politik di ibukota, sedikit banyak menganggu stabilitas. Meski di hari 'H' memang aman, pemilihan berjalan lancar," tambah dia.

Karena itu mesti ada sanksi yang bisa membuat efek jera. Masyarakat juga harus berani melaporkan. KPU dan Bawaslu juga harus tegas. 

Tjahjo juga mengajak semua elemen masyarakat berani melawan kampanye berbau SARA, fitnah, dan ujaran kebencian. Kontestasi harus berjalan fair dan demokratis. Adu program, gagasan dan konsep yang mesti di kedepankan.

"Mari kita lawan yang sifatnya fitnah dan berujar kebencian jangan sampai hanya karena Pilkada merusak persaudaraan masyarakat di daerah," kata dia.

Penulis Andi Mohammad Ikhbal

Tags:

MendagriTjahjo KumoloPilkada 2018Pilgub JabarPilgub Jatim